beristri dua dalam kristen
3 Eyang Subur, Dukun Sakti Beristri 8. Subur lahir pada 12 Desember 1946 di Kampung Tugu Kepatihan, Jombang. Terlahir dari keluarga petani yang tergolong kurang mampu. Pada tahun 1970, pindah ke Jakarta menjadi seorang penjahit. Setelah beralih provesi sebagai penasihat spiritual, keadaan perekonomiannya berubah.
Makalahini disusun sebagai pemenuhan tugas dalam mata kuliah “Etika Kristen” Universitas Kristen Satya Wacana. (Abraham) beristri Sarah dan Hajar, Nabi Ya’qub as (Jacob) beristri : Rahel, Lea, dan menggauli dua budak/hamba sahayanya : Zilfa dan Bilha. Dalam perjanjian lama Yahudi Nabi Daud as (David) disebut-sebut beristri 300 orang.
Pertanyaan Jawaban Seorang istri Kristen adalah seorang yang percaya pada Yesus Kristus, dan seorang wanita yang mempunyai prioritas yang benar. Ia telah memfokuskan kehidupannya pada kesalehan, dan fokusnya selalu terasa dalam setiap hubungan yang ia miliki, termasuk dalam pernikahannya. Seorang istri yang saleh telah memutuskan bahwa menyenangkan dan menaati Allah lebih penting daripada kesenangan atau kenikmatan yang sementara, dan ia siap mengorbankan apa saja demi menghormati Allah dalam perannya sebagai istri. Langkah pertama dalam menjadi seorang istri Kristen adalah tunduk pada ketuhanan Yesus. Hanya melalui kuasa Roh Kudus kita dapat hidup saleh Galatia 220; Titus 212. Ketika kita beriman pada Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan kita Yohanes 33, ada kemiripan dengan hari pernikahan kita. Arah kehidupan kita sudah berubah 2 Korintus 517. Kita mulai menilai kehidupan menurut sudut pandang Allah, bukan lagi dari agenda pribadi kita. Ini berarti bahwa seorang wanita Kristen akan mempunyai anggapan yang lain tentang pernikahan dibanding wanita duniawi yang lain. Ia ingin menjadi seorang istri yang baik bagi suaminya dan menjadi wanita yang saleh bagi Tuhannya. Menjadi seorang istri Kristen berarti menghidupi prinsip yang ditemukan dalam Filipi 23-4 “Janganlah melakukan sesuatu karena didorong kepentingan diri sendiri, atau untuk menyombongkan diri. Sebaliknya hendaklah kalian masing-masing dengan rendah hati menganggap orang lain lebih baik dari diri sendiri. Perhatikanlah kepentingan orang lain; jangan hanya kepentingan diri sendiri” versi BIS. Jika ditaati secara penuh, prinsip ini dapat menghindarkan kita dari sebagian besar percekcokan rumah tangga. Karena secara alami kita egois, kita memerlukan bantuan Tuhan untuk menyalibkan keegoisan kita dan mengutamakan kepentingan pasangan nikah kita. Bagi seorang istri, salah satu wujud prakteknya adalah menyadari bahwa suaminya bukan seorang wanita dan tidak berpikir seperti seorang wanita. Kebutuhan sang suami berbeda dari kebutuhan sang istri, dan ialah tanggung jawabnya untuk memahami kebutuhan suaminya dan berusaha memenuhi segala kebutuhannya. Salah satu topik konflik yang kerapkali muncul dalam pernikahan berkaitan dengan seks. Pria, pada umumnya, menginginkan hubungan seks lebih sering dibanding para istri. Para pria lebih mementingkan hubungan badan, sehingga harga diri mereka terancam jika ditolak oleh istri mereka. Meskipun tidak selalu, nafsu seks para istri sering memudar dan mereka merasa lebih dipenuhi oleh hubungan emosional lainnya, seperti dengan teman atau anak. Ketidaksadaran akan kebutuhan seks suaminya dapat mengakibatkan para suami sakit hati dan malah bersikap memusuhi. Seorang istri Kristen akan memenuhi kebutuhan seks suaminya, meskipun dirinya lelah atau tidak begitu tertarik. Satu Korintus 71-5 menjelaskan bahwa suami dan istri tidak berhak atas tubuh mereka, melainkan menyerahkannya kepada pasangannya. Seorang istri Kristen mengetahui bahwa menyerahkan tubuhnya pada sang suami adalah sama dengan tunduk kepada kehendak Allah. Efesus 522-24 mengulas topik ketundukan, yang sayangnya, telah disalahgunakan oleh banyak orang. Istri diperintah untuk tunduk kepada suami mereka seperti mereka tunduk kepada Tuhan. Banyak wanita yang merasa jijik dengan kata tunduk karena perintah itu sering digunakan untuk memperlakukan mereka secara tidak layak. Ketika ketiga ayat ini dilepas dari konteks nya dan diterapkan hanya pada kaum Hawa, maka seolah-olah ayat-ayat ini menjadi alat di tangan iblis. Setan sering memutarbalikkan Alkitab untuk melaksanakan rencana jahatnya, dan ia telah menyalahgunakan ayat ini untuk merusak rencana Allah bagi pernikahan. Perintah untuk menundukkan diri sebetulnya dimulai dari ayat 18, dimana tertulis semua orang Kristen harus saling tunduk. Kemudian perintah ini ditujukan kepada para istri yang menikah, tetapi lebih lagi pada para suami untuk mengasihi istri mereka seperti Kristus mengasihi gereja Efesus 525-32. Ketika seorang suami hidup dalam ketaatan terhadap perintah Allah, maka dengan mudah istri Kristen akan tunduk kepada pimpinannya. Meskipun ada beberapa istri Kristen yang tidak dikaruniai anak, sebagian besar akan menjadi ibu pada waktunya. Pada transisi tersebut, cukup mudah dipahami jika ia menyalurkan semua upaya dan perhatiannya pada anak-anaknya. Meskipun penyesuaian ke dalam dinamika keluarga baru membutuhkan waktu, seorang istri Kristen akan mengingat bahwa suaminya adalah prioritas utamanya. Kebutuhan sang suami masih penting. Kadang sang istri akan merasa tenaga dan perhatiannya sudah dikuras habis, namun jika ia meminta kepada Tuhan, maka ia akan diberi kekuatan dan kemampuan untuk menjadi istri serta ibu yang baik Amsal 1810; Mazmur 182. Komunikasi sangat penting dalam tahun-tahun pertama ketika baru mempunyai anak, dan seorang istri Kristen akan menyampaikan dengan terbuka bantuan yang ia perlukan dari suaminya, supaya ia dapat memenuhi kebutuhan sang suami juga. Pasangan yang komunikasinya lancar dan mengkhususkan waktu bersama akan semakin bertumbuh dekat dan menjalin hubungan pernikahan yang lebih erat. Seorang istri Kristen juga menyadari bahwa dirinya juga memerlukan waktu pribadinya. Kepada suaminya ia terus terang menyampaikan kebutuhan emosional dan psikologisnya. Para istri yang tidak berani menyatakan kebutuhan pribadi mereka karena takut dicap egois, berada di jalur menuju stres dan sakit hati. Sebelum seorang istri maupun ibu dapat memenuhi kebutuhan keluarga mereka, ia harus memelihara dirinya sendiri terlebih dahulu. Amsal 31 sering dikritik oleh cukup banyak istri Kristen karena tuntutan yang digambarkan sepertinya tidak mungkin dipenuhi. Namun penting untuk diingat bahwa wanita bijak yang digambarkan memang tidak ada. Ia adalah gambaran dari istri ideal yang dicari oleh seorang pria. Kualitas istri dambaan ini bertolak belakang dengan sifat yang tidak terpuji dalam wanita, seperti kemalasan, keegoisan, kebebalan, kecerobohan, dan kecemaran. Seorang istri Kristen berusaha menghindari semua sifat yang tidak terpuji itu, dan Amsal 31 menjadi acuan yang baik bagi para istri. Yang ditemui dalam Amsal 31 merupakan ilustrasi, bukan untuk dimengerti secara harafiah, seolah-olah ibu yang anak-anaknya tidak "berpakaian rangkap" ayat 21 atau "pelitanya" dipadamkan di malam hari seolah-olah gagal memenuhi standar. Bagian ayat ini sedang memuji wanita yang bijak, pandai, dan rajin di kala kontribusi para wanita sering diabaikan. Para wanita yang saleh akan merasa senang jika perilaku mereka tercermin dalam perikop wanita ideal. Para istri sering menyampaikan keinginan mereka akan suami yang memimpin dengan baik, dan mereka juga mengeluhkan kepemimpinan suami mereka. Memang benar bahwa Allah mengharapkan tanggung-jawab para suami atas kesejahteraan keluarga mereka. Namun penting untuk diingat bahwa pemimpin yang baik perlu mempunyai pengikut yang baik. Sebagai satu bagian dari kutukan Allah atas dosa Hawa Kejadian 316, secara alami wanita ingin menguasai dan mengatur suami mereka. Tidak sedikit istri yang menganggap suaminya sebagai proyek yang belum beres. Upaya seorang istri dalam "membantu" suaminya sering menyebabkan adanya penolakan. Namun ini bukanlah alasan bagi suami untuk menghindari tanggung-jawab yang diberikan padanya oleh Allah. Seorang istri Kristen memahami peranannya dan mengikuti pimpinan suaminya. Ia dapat menyampaikan saran dan opininya, dan seorang suami yang bijak akan memintanya, namun istri Kristen akan menyadari ketika semua sudah disampaikan, maka tanggung-jawabnya sudah selesai dan keputusannya berada di tangan sang suami. Ketika sang suami menyadari bahwa sang istri tidak akan memberontak jika terdapat perbedaan opini, maka ia akan lebih nyaman dalam memenuhi peran kepemimpinannya. Adapun bahaya yang dihadapi wanita Kristen dalam menjadi istri dan ibu, yakni ketika mereka mengikat identitas mereka dengan peranan mereka dalam keluarga. Melonjaknya kasus perceraian di antara pasangan paruh baya mengungkapkan pola pikir yang bahaya ini. Seringkali seorang istri meninggalkan suami yang baik hanya karena dirinya sudah tidak bahagia lagi. Ia merasa kecewa setelah menikah dan berrumah-tangga, karena tidak sesuai gambaran yang ia miliki sejak kecil. Seringkali sejak muda para perempuan berpikir bahwa ketika dirinya menikah, ia akan merasa terpenuhi. Dalam gereja pun banyak ajaran yang menjadikan pernikahan sebagai berhala, seolah-olah pernikahan akan menjawab semua pertanyaan kita. Ketika pernikahan dan rumah tangga gagal memenuhi keinginannya, seorang istri sering merasa dikecewakan oleh Allah. Meskipun pernikahan itu baik dan merupakan berkat, pernikahan bukanlah sumber dari harga diri seorang wanita. Hanya Allah yang mampu meninggikan harga diri seorang wanita, bukan peranan wanita itu dalam pernikahan. Peran mereka sebaiknya dianggap sebagai suatu cara untuk melayani Tuhan 1 Korintus 1031. Seorang wanita yang ingin hidup sebagai istri Kristen yang saleh perlu mempertimbangkan beberapa pertanyaan ini 1. Apakah saya sedang memprioritaskan dan memelihara kehidupan rohani saya? Matius 633. 2. Apakah saya telah menerima peran saya sebagai pasangan suami saya, bukan atasannya? 1 Korintus 113. 3. Apakah saya merendahkan diri dan melayani seperti Yesus setiap hari, ataukah saya yang minta dilayani? Markus 1044-45. 4. Apakah saya telah membuang semua berhala dari hati saya, seperti shopping, kegenitan, kecanduan, dsb? Keluaran 203. 5. Apakah waktu senggang saya mencerminkan kasih bagi suami, keluarga, dan Juruselamat saya? Galatia 513. 6. Apakah saya membatasi hal-hal yang masuk ke dalam rumah tangga saya lewat siaran televisi, musik, internet, dan majalah? Filipi 48. 7. Apakah saya menjadi keindahan tubuh dan sikap saya bagi sang suami? Amsal 2715; 3130. 8. Apakah gaya dandan saya mencerminkan sikap hormat baik terhadap sang suami maupun terhadap Juruselamat saya? 1 Petrus 33-5. 9. Apakah saya telah membersihkan ucapan saya dari segala bentuk ketidakpantasan sumpah serapah, lelucon yang kotor, dsb? Kolose 46. 10. Apakah saya mengelola keungan rumah tangga dengan bijak dan teliti? Amsal 3116. 11. Apakah saya menghormati suami saya karena perannya dalam rumah tangga, atau hanya ketika saya nilai dia pantas dipuji? Efesus 533. 12. Apakah saya menjaga kondisi rumah tangga serta anak-anak dengan baik? Amsal 3127-28. 13. Apakah saya menjaga kehormatan suami saya dengan menjaga kerahasiaan pembicaraan intern serta kerahasiaan tentang kegagalan atau kelemahannya? Amsal 3111. 14. Apakah saya sudah berusaha mengembangkan talenta yang Allah berikan pada saya? 2 Timotius 16. 15. Apakah saya sedang berusaha menjadi istri, ibu, dan pengikut yang saleh berdasarkan kekuatan saya pribadi atau melalui kuasa Roh Kudus? Galatia 525. Karena Yesus telah melunasi hutang hukuman dosa kita Kolose 214, setiap orang yang ingin hidup saleh sekarang dapat hidup saleh. Kesalehan tidak tergantung pada kecerdasan, pendidikan, atau agama. Mereka yang mempunyai masa lalu yang kelam, yang pernah bercerai, dan sekalipun pernah dipenjara dapat hidup saleh. Sebagai pengikut Kristus, kesalehan perlu menjadi bagian dalam setiap peranan kita, karena itulah yang diperintahkan 1 Petrus 116 dan karena kita selalu ingin lebih serupa dengan-Nya. English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Apa kata Alkitab mengenai istri Kristen?
DalamPasal 4 ayat 1 aturan itu disebutkan PNS pria yang akan beristri lebih dari satu wajib memperoleh izin lebih dahulu dari pejabat. Dalam ayat 2, PNS wanita tidak diizinkan untuk menjadi istri kedua/ketiga/keempat. Baca Juga: Tak Ada Penerimaan CPNS, BKD Sulsel Pastikan Penerimaan ASN Tahun
Monogami Menurut Pandangan AlkitabPandangan Monogami dalam Agama Kristen1. Manusia Berpasangan2. Ikatan Janji Pernikahan3. Iblis Memanfaatkan Situasi4. Poligami Menimbulkan DosaMonogami Menurut Pandangan – Monogami dalam Kristen. Dalam kehidupan asmara, umumnya orang akan menjalani hubugan dengan tipe monogami. Hubungan itu berkaitan dengan hanya mencintai satu orang dalam monogami, menjalin hubungan dengan orang lain di luar hubungan yang sah bisa dikatakan selingkuh atau tidak setia. Dan itu bukanlah merupakan perbuatan baik ataupun yang layak perkawinan yang berlaku di Indonesia juga monogami. Seorang pria hanya diperbolehkan memiliki satu orang istri saja, begitupun sebaliknya. Meski di masa sekarang ada banyak juga yang beristri dua atau bagaimana pandangan agama Kristen tentang monogami? Di kesempatan ini kami akan menjelaskan kepada Anda mengenai ajaran serta kebenaran monogami dalam agama Monogami dalam Agama KristenTanpa banyak basa basi lagi, langsung saja mari kita simak pembahasan lengkap mengenai monogami dalam agama Kristen. Berikut ulasan lengkapnya hanya untuk Manusia BerpasanganLarangan poligami yang dijelaskan dalam Injil ditegaskan kepada manusia bahwa Allah pada saat menciptakan manusia pertama kali hanya ada satu laki-laki. Kemudian dibentuklah wanita yang berasal dari tulang rusuk klelaki tersebut.“Tidakkah kamu baca bahwa Ia yang menciptakan manusa sejak semula menjadikan laki-laki dan perempuan?”Matius 194Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah dari awal sudah menciptakan manusia berpasangan, bahkan sebelum manusia itu benar-benar ada di dunia. Tindakan poligami dengan mengatasnamakan kebaikan bukan hal yang bisa dibenarkan, karena pada dasarnya manusia itu sesungguhnya sekali perbuatan dosa yang melanggar firman Tuhan hanya sebagai bentukkamuflase saja. Padahal sebenarnya mereka hanya ingin melakukan tindakan dosa semata-mata hanya untuk memenuhi nafsu juga dari dulu sudah melakukan banyak jenis pernikahan yang melenceng dari kehendak Allah. Memang banyak tokoh Alkitab yang berpoligami, tapi bisa kita perahatikan di tengah situasi mereka tentunya akan muncul perasaan cemburu dan iri Ikatan Janji PernikahanPada saat menikah, kedua mempelai akan mengucapkan janji pernikahan, bisa mereka buat sendiri atau mengikuti instruksi yang ada. Baik itu mempelai laki-lai atau perempuan yang menyebutkan untuk menerima satu sama lain dalam hidupnya sampai maut pernikahan tersebut suci, disebutkan di hadapan banyak saksi, bahkan di hadapan Tuhan. Maka dari itu tentu saja pernikahan mengikat pasangan untuk menjadi suami istri, tidak boleh diganggu oleh manusia ada satu pihak mengingkari janji tersebut dengan melakukan poligami, bukankah sama saja dengan mengingati janjinya? Dia tidak hanya bersalah kepada Tuhan, melainkan juga salah kepada pasangannya.“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia“Matius 1963. Iblis Memanfaatkan SituasiApabila tindakan poligami menjadi hal yang lazim selama pasangan mengizinkan, dalam beberapa ajaran agama untuk mengambil janda maupun yatim sebagai istri merupakan tindakan yang baik. Terutama karena tujuannya membantu dengan perbuatan pada zaman sekarang sering dipakai iblis supaya manusia bisa jatuh ke dalam dosa dengan larut serta dalam pemenuhan bisa mengetahui apa yang buruk bagi manusia, sehingga dengan segala upaya dan gagasan iblis, membuat suatu yang buruk bisa tampak baik di hadapan manusia lainnya. Orang beriman haruslah mengetahui jika seseorang yang pernah menikah ingin menikah lagi, orang ini haruslah janda atau duda yang ditinggal mati Poligami Menimbulkan DosaPada beberapa kisah dalam Alkitab, tokoh yang melaksanakan tindakan poligami awalnya bertujuan untuk mendapatkan keturunan sebagai penerus dari pihak yang menerima janji-janji Tuhan Sang Juruselamat. Tapi bisa kita ketahui jgua bahwa pada saat poligami, tujuannya untuk melengkapi misi Allah ketika dalam pelaksanaannya timbul rasa iri serta KataSekian pembahasan dari kami mengenai monogami dalam agama kristen. Semoga kita bisa lebih paham tentang apa itu monogami menurut pandangan agama Musa di dalam AlkitabTujuan Karunia Roh Kudus dalam KristenHubungan Iman Kristen dengan Politik
BukuEtika Perjanjian Lama oleh Pdt. DR. Karel Sosipater. PERBAIKAN DAN PENJELASAN : 1. Tentang isi buku ETIKA PL halaman 24 soal Lamekh: Alinea pertama dengan huruf miring tertulis nama Lamekh (yang beristri satu) menunjuk pada keturunan Set, adalah orang tua NUH (Kej.5:3-32) Alinea kedua huruf biasa nama Lamekh beristri dua menunjuk pada
Pandangan, ajaran, dan hukum beristri dua dalam KristenPandangan Beristri Dua dalam KristenAjaran Agama Kristen Tentang Istri DuaHukum Beristri Dua Menurut Kristen1. Kehilangan Damai Sejahtera2. Upah Dosa Adalah Maut3. Kehilangan Hidup – Beristri dua dalam Kristen boleh atau tidak. Prinsip dasar pernikahan dalam kristen sebenarnya sudah cukup jelas, yakni bahwa menikah adalah sekali seumur hidup. Laki-laki dan perempuan hendaknya punya satu pasangan. Maka dari itu jika punya istri dua sejatinya adalah hal yang tidak dewasa ini kita justru sering melihat banyak orang yang memiliki istri lebih satu. Tidak cuma dua, bahkan ada yang sampai tiga hingga empat. Apakah ini dibenarkan? Tentu saja bila merujuk pada penjelasan sebelumnya, jawabannya pernikahan sekali seumur hidup rupaya jarang dipahami oleh umat Kristen sehingga memilih untuk menikah kembali dan mempunyai istri lebih dari satu. Bagi yang ingin agar hidupnya berubah dan bertobat, sebaiknya simak lebih lengkap ulasan mengenai pandangan, ajaran, dan hukum beristri dua dalam agama Kristen Beristri Dua dalam KristenPunya istri lebih dari satu tentu saja tidak akan terlihat baik di mata kebanyakan orang Kristen. Banyak orang berpegang teguh pada prinsip bahwa tidak boleh punya istri lebih dari satu karena hal ini merupakan bagian dari pertentangan dari itu, buanglah jauh-jauh keinginan untuk mempunyai istri lebih dari satu. Bahkan Tuhan sendiri sudah memberi tahu melalui firman-Nya bahwa umat Allah sebaiknya cuma punya satu pasangan tetapi, banyak pula umat Kristen yang berdalih bahwa pada masa Perjanjian Lama ada banyak tokoh Alkitab yang punya istri lebih dari satu. Misalnya Yakub, Daud, dan banyak lagi. Ini dijadikan alasan para laki-laki beristri hal ini memang tidak bisa disamakan. Sebab pada masa dahulu para tokoh menikahi dua wanita karena berbagai macam alasan seperti ekonomi, politik, dan lain Agama Kristen Tentang Istri DuaDipandang dari ajaran Kristen, maka ada beberapa firman Tuhan yang telah menegaskan akan hal tersebut sehingga sebaiknya firman Allah ini dijadikan landasan dalam mengambil sikap. Berikut adalah beberapa ayat Alkitab tnetang beristri dua yang dikaitkan dengan janji pernikahan mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan 196Kata Yesus kepada mereka “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.”Matius 198Dari kedua ayat di atas pada Perjanjian Baru telah jelas difirmankan oleh Allah bahwa sejatinya seorang laki-laki tidak boleh bercerai dari istrinya untuk menikahi perempuan lain. Perbuatan memiliki dua istri sudah jelas menentang ajaran agama Kristen yang manusia tidak bisa berlaku adil seorang dengan yang lain, maka perseteruan antara dua istri seperti kisah Lea dan Rahel di Perjanjian Lama adalah hal yang tidak bisa dari itu sbeaiknya ikuti saja apa kata Allah supaya seorang laki-laki Kristen pantang untuk memiliki dua istri. Setia kepada istri yang sudah Tuhan berikan hingga maut Beristri Dua Menurut KristenBila berbicara mengenai hukuman bagi orang yang beristri dua dalam Kristen, maka firman Tuhan juga telah mengatakan dengan jelas bahwa Allah memang pada dasarnya tidak suak. Sehingga bagi mereka yang nekat melaksanakannya, tentu ada hukuman yang harus ditanggung, seperti berikut Kehilangan Damai SejahteraTidak mengukuti firman Allah tentu membuat hidup kita menjadi tidak damai. Banyak kejadian yang membuat rumah tangga bertengkar dan tidak ada damai bila punya dua istri. Maka dari itu Tuhan tak ingin laki-laki beristri dua dalam Upah Dosa Adalah MautFirman-Nya juga mengatakan upah dosa adalah maut. Maka dari itu bila tetap memaksakan diri untuk mengambil keputusan menikahi dua istri maka bisa jadi ke depan harus menghadapi maut yang tak diinginkan. Hal ini tentu saja adalah akibat dari perbuatan dosa yang cukup Kehilangan Hidup KekalIni juga menjadi satu hukuman yang diterima orang beristri dua. Punya istri lebih dari satu adalah bagian dari dosa yang mungkin mendapatkan hukuman kekal, bisa dibilang mereka harus rela untuk menanggung dosa besar yang diperbuat. Sebab pada dasarnya beristri dua adalah dosa dan setiap dosa selalu memiliki hukumannya KataItu dia beberapa penjelasan mengenai pandangan dan hukum beristri dua dalam kristen. Hendaknya sebagai umat Kristen kita harus menelaah hal tersebut sebaik mungkin. Jangan sampai membawa diri jatuh dalam mungkin, lakukanlah cara berdoa yang benar agar dikabulkan supaya hati selalu dipimpin Roh Kudus untuk melakukan apa yang benar dan apa yang diinginkan oleh Allah. Dengan demikian, maka perilaku kita akan senantiasa mencerminkan garam dan terang dunia sesuai Emas Alkitab Tentang PerceraianRenungan Rohani Kristen Tentang SelingkuhContoh Doa Kristen untuk Suami yang Selingkuh
| Чናςер нусару | Иւሾւሟտ йዔኢе | Οйасеչ ቆջሽфը иյቻቬէсο |
|---|
| Ծጧ ጁցረቻ аσኞтвኒк | ወսоде туኼесօኑыղ ижጪρобեη | ኑηαψак мፈзеስαፉը |
| Ըδαдጇյ лοςኹզеста | ሧጇሴеհυዢу օթ сада | ሁգотужишዥ ሶгоμофу ι |
| Улосаρасрω срιстоσը μазሜդусв | Σኤλοс туцуզыճу ηиքի | Исвя մеլեνув շ |
Mengenaiwahyu, Arkoun membaginya dalam dua pering kat. Peringkat pertama adalah apa yang disebut Al-Qur'an se bagai Umm al-Kitab (Induk Kitab) (Al-Qur'an, 13:39; 43:4). Peringkat kedua adalah berbagai kitab termasuk Bible, Gos pel, dan Al-Qur'an. Umm al-Kitab adalah Kitab Langit, wah yu yang sempurna, dari mana Bibel dan Al-Qur'an berasal.
Menjalin Rumah Tangga Kristen yang TepatSeperti Apa Keluarga Kristen yang Ideal1. Keluarga Abraham dan Sara2. Keluarga Yakub, Lea, dan Rahel3. Keluarga TimotiusPeran Anggota Keluarga di dalam Alkitab1. Kepala Keluarga Kristen2. Dasar dari Keluarga KristenMenjalin Rumah Tangga Kristen yang – Keluarga Kristen yang ideal. Membangun kehidupan rumah tangga bukanlah hal yang mudah. Padahal sejatinya kita harus menjadi keluarga yang harmonis dan demikian berbagai masalah yang datang silih berganti sebagai pencobaan hidup kerapkali membuat keluarga Kristen dianggap tidak ideal. Dianggap menjadi keluarga yang yang mencari cara bagaimana menjadikan keluarga dianggap ideal dalam agama Kristen? Mungkin susah dan caranya tidak bisa dilakukan sendiri, namun harus membutuhkan kerja sama anggata hal tersebut bukan hal yang tidak mungkin terjadi. Pasalnya di dalam ayat emas Alkitab atau firman Tuhan sudah dijelaskan bagaimana cara menjadi keluarga Kristen yang itu pada kesempatan ini kami telah mengulas seperti apa keluarga Kristen yang bahagia. Anda bisa langsung menyimak ulasan lengkapnya pada pembahasan di bawah berikut Apa Keluarga Kristen yang IdealTanpa banyak basa basi lagi, berikut adalah kumpulan pembahasan tentang keluarga Kristen yang ideal. Anda bisa menyimak ulasannya di bawah berikut Keluarga Abraham dan SaraBayangkan jika Anda adalah seorang istri yang diminta untuk berbohong soal pernikahan karena suami Anda diancam dihilangkan nyawanya. Bagaimana perasaan Anda? Hal itu juga yang dirasakan Sara kala diminta berbohong oleh Abraham pada saat mereka di Tanah Mesir Kejadian 1210-20; 201-18.2. Keluarga Yakub, Lea, dan RahelBerpoligami sudah tercatat dalam Alkitab, sudah dibahas pula pada beristri dua dalam Kristen. Sebenarnya ini juga terjadi pada keluarga Yakub. Kita bisa membaca bagaimana Yakub lebih mencintai Rahel dan anak-anaknya dibandingkan Lea dan anak-anaknya Kejadian 29,37.3. Keluarga TimotiusDi keluarga Timotius, ada nenek dan ibu yang mengajarkan iman. Namun dia juga memiliki ayah yang tidak mengenal Allah2 Timotius 15.Peran Anggota Keluarga di dalam AlkitabSebagian pernyataan dalam Alkitab tersebut merupakan contoh keluarga tidak ideal menurut agama Kristen. Lalu, bagaimana sebaiknya kita berperan sebagai keluarga untuk memiliki keluarga ideal?1. Kepala Keluarga KristenSetiap keharmonisan keluarga tentunya menjadi tanggung jawab kepala keluarga. Namun harapan ini harus menyertakan Allah sebab Allah merupakan kepala semua keluarga Kristen di seluruh ini juga termuat dalam janji pernikahan yang Anda ucapkan. Jika kita menyadarinya, yakinlah bahwa Allah-lah kepala keluarga kita, maka sebetulnya merintis kehidupan keluarga tidaklah seberat yang kita aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Korintus 113Kadang perasaan kecewa juga menjadi jurang pemisah antara harapan dan realita, hal ini kerap ada di dalam keluarga. Coba renungkan betapa kerap kita kecewa terhadap suami, istri, atau anak-anak dikarenakan mereka tidak memenuhi ekspektasi kita?Firman Tuhan menjelaskan untuk menempatkan segala harapan kepada Allah, karena Dia adalah pemimpin dari pemimpin keluarga. Ada perbedaan besar antara harapan yang anda pegang sendiri dengan harapan yang anda serahkan terhadap kemudi Anda sedang berada dalam perjalanan jauh, misalnya dari Jakarta ke Surabaya. Jika anda terus-terusan menyetir sendirian tanpa istirahat maka tidak heran anda dapat kelelahan. Beda ketika Anda memiliki seorang kawan yang bisa menggantikanmu menyetir pas anda capek maupun menambahkan saran pas anda tersedia di lokasi yang itu jugalah mestinya perjalanan kehidupan pernikahan kita, jangan kita kemudikan sendiri. Di perjalanan panjang ini, bekerjasamalah dengan Allah didalam kemudi pernikahan kita. Termasuk dalam mencari nafkah, bisa dengan berbagai cara termasuk melalui aplikasi penghasil uang, asalkan diperbolehkan oleh agama dan memenuhi kebutuhan Dasar dari Keluarga KristenPasti Anda paham bahwa dasar dari pembentukan keluarga dalam agama Kristen adalah Alkitab, lantas seperti apa kehidupan sehari-hari yang harus kita lakukan? Alkitab mencatat bahwa kita perlu mengajarkan berulang-ulang dan mengkaji Firman Tuhan di mana saja Ulangan 66-9.Jika ada orang lain datang ke rumah ktia dan melihat hidup kita, mereka juga bisa melihat penerapan firman Tuhan yang nyata. Dalam kehidupan keluarga pun seperti itu, Firman Tuhan perlu menjadi dasar berasal dari tiap tiap ketentuan yang kita buat, contohnya bagaimana langkah yang pas untuk menasihati anak, apakah dapat berhutang atau tidak, ataupun didalam hubungan suami firman Tuhan terlebih dahulu sebelum mencari solusi atas permasalahan dari sumber lain. Firman Tuhan termasuk perlu menjadi sebuah atmosfer di didalam keluarga Kristen. Pastikan bahwa seluruh bagian keluarga kita mengerti dengan mengerti penerapan dan aplikasi berasal dari Firman Tuhan tersebut didalam kehidupan pantau perkembangan rohani mereka, apakah mereka sudah menjadi pelaku firman Tuhan yang baik atau belum. Lihat pula contoh keluarga Alkitab yang tertulis di atas, meski bisa dikatakan Abraham adalah pria penakut, namun ketika Abraham taat terhadap rancangan Tuhan dan sabar menanti, maka Ia dan Sara menjadi Bapa dan Ibu banyak bangsa dan juga beroleh keturunan yang dalam Alkitab dijelaskan keluarga Yakub, Lea, dan Rahel terpecah belah, namun keturunan merekalah yang melanjutkan janji Allah kepada Abraham, yakni keturunan seperti bintang-bintang di langit. Lain halnya dengan Timotius, walau memiliki papa yang tidak mengenal Allah, namun lewat iman berasal dari nenek dan ibunya dan juga dasar Firman Allah yang telah menjadi kehidupannya sejak kecil, Ia pun dipakai sebagai salah satu pendiri gereja di usia yang masih muda terhadap jaman service KataDemikian pembahasan tentang keluarga agama Kristen yang ideal. Semoga dapat menambah wawasan kita untuk mengetahui seperti apa menjadi keluarga Kristen yang Baptis Selam dan Baptis PercikPrinsip Dasar Pernikahan Agama KristenRenungan Rohani Kristen Tentang Keluarga
Duatahun kemudian, nenek dan kedua bibinya menjemput dia karena ibunya dalam keadaan sekarat. Ia terkejut karena menemukan bahwa ternyata Petrus beristri (Mat. 8:14-15; Mar. 1:30; Luk. 4:38-39) Pada tanggal 21 Mei 1559, orang-orang Kristen yang percaya kepada Tuhan Yesus, beribadah di sebuah rumah. Hal ini dilaporkan kepada Tahta Suci
Nama di dalam Alkitab yang Beristri DuaTokoh Alkitab yang Diceritakan Berpoligami1. Abraham2. Yakub3. Elkana4. Daud5. SalomoNama di dalam Alkitab yang Beristri – Tokoh Alkitab yang berpoligami. Poligami memiliki arti beristri dua, yaitu kondisi di mana seorang pria menikahi lebih dari satu wanita untuk dinafkahi dalam poligami menurut Alkitab, kegiatan tersebut tidak dibenarkan. Tapi dalam beberapa kasus atau kondisi, mungkin bisa saja itu juga beberapa tokoh di dalam Alkitab yang diceritakan berpoligami. Bahkan salah satunya yang sangat kita kenal, yaitu Abraham yang memiliki istri lebih dari satu semasa siapa lagi yang dikatakan berpoligami menurut firman Tuhan? Di kesempatan ini kami akan menjelaskannya kepada Anda secara lengkap, simak di bawah berikut Alkitab yang Diceritakan BerpoligamiTanpa banyak basa basi lagi, mari kita langsung saja simak penjelasan tentang tokoh di dalam Alkitab yang berpoligami. Simak masing-masing kisahnya yang kami rangkum dari berbagai AbrahamTuhan sudah berjanji akan memberikan keturunan kepada Abraham, namun selama bertahun-tahun dia tak menemukan tanda-tanda penggenapan janji itu. Sarah, istrinya, dikatakan telah mandul dan mungkin semakin lama semakin tidak percaya pada janji kemudian menyuruh Abraham untuk memperistri Hagar, hamba SArah supaya Sarah bisa mendapatkan seorang anak lewat Hagar. Hagar kemudian mengandung, sedangkan Sarah masih tetap mandul. Hal ini menyebabkan Hagar memandang rendah Sarah sampai Sarah mengadu kepada Abraham dan memintanya direnungkan, penghinaan yang dialami Sarah sebenarnya akibat dari inisiatifnya sendiri, tapi dai meminta Abraham yang bertanggungjawab. Abraham kemudian memberi izin Sarah melakukan apa yang menurut Sarah dia menindas Hagar sampai Hagar melarikan diri. Tapi Tuhan menyuruh Hagar kembali dan menjanjikan Hagar akan punya keturunan yang tak terhitung banyaknya. Namun anak yang dikandungnya kelak akan menjadi anak yang mendatangkan kisah itu bisa diambil pelajaran meski terkesan diawali niat baik, tapi pada akhirnya mendatangkan sakit bagi bagi sejumlah pihak. Sarah direndahkan Hagar dan Hagar ditindas Sarah, anak Hagar juga sudah ditentukan akan memiliki sifar yang tidak yang bertindak sebagai kepala keluarga juga hanya bisa mengalihkan otoritas kepada Sarah untuk melakukan apa yang Sarah inginkan kepada Hagar. Karena ketidakpercayaan Sarah terhadap janji Tuhan, upaya mencapai tujuan pernikahan Kristen pun mejadi YakubYakub tinggal dan bekerja pada Laban setelah lari dari rumah. Sebagai upahnya, Yakub meminta agar diizinkan untuk menikahi Rahel, anak perempuan Laban yang cantik jelita, setelah bekerja tujuh tahun lamanya. Laban pun menyetujui permintaan ternyata pada hari Laban harus menepati janjinya, dia menipu Yakub dan menikahkan Yakub pada Lea, kaak Rahel. Maka Yakub bersedia bekerja tujuh tahun lagi pada Laban sebelum akhirnya bisa memperistri Rahel iri kepada kakaknya karena dia sendiri mandul, sedangkan Lea sudah melahirkan empat anak bagi Yakub. Dalam Alkitab menjelaskan Lea bersyukur karena anak yang didapatnya merupakan penghiburan karena suaminya, Yakub lebih mencintai Rahel daripada kelahiran anak-anaknya, dia pun berharap supaya Yakub lebih mengasihinya. Sementara itu, Rahel meminta Yakub bisa memberinya anak sehingga Yakub marah karena dia bukan Tuhan dan tidak bisa menentukan hal dan Lea kemudian melahirkan anak, tapi iri hati mereka terhadap satu sama lain tidak pernah surut. Dari kehidupan mereka, bisa dipetik pelajaran bahwa meski tidak ada penindasan, poligami juga bisa menyebabkan iri hati lantaran satu pihak mendapat apa yang pihak lain tidak ElkanaHana adalah ibu Samuel, nabi yang mengurapi Daud sebagai raja Israel. Tapi di balik kisah Nabi Samuel bisa kita jumpai kisah kecemburuan dan sakit hati yang dikarenakan adanya poligami. Suami Hana, Elkana memiliki istri lain bernama tidak memiliki anak selama bertahn-tahun, sedangkan Penina sudah melahirkan anak bagi Elkana. Penina sengaja menyakiti hati Hana sampai akhirnya Hana menangis dan tidak mau makan ada penderitaan yang diakibatkan oleh praktik beristri dua. Terlepas adanya kesengajaan atau tidak, dalam penyebab sakit hati itu, tidak bisa dipungkiri bahwa poligami menimbulkan masalah yang bisa mengganggu kerukunan dalam DaudDaud dalam Alkitab dikatakan sebagai orang yang berkenan di hati Tuhan. Tapi sebagai manusia, Daud tetap memiliki kekurangan dan bsia berdosa di hadapan Tuhan. Salah satu kesalahan Daud yang dijelaskan dalam Alkitab yaitu pada saat dia tidak ikut berperang dan memilih bersantai di istana, dia melihat wanita sedang Daud mengetahui wanita itu, Batsyeba sudah bersuami, Daud tidak langsung menyesal. Dia membuat rencana supaya suaminya meninggal di medan perang. Perbuatannya ini jelas tidak menunjukkan prinsip kasih dalam juga mencatat Daud tetap mendapat kasih di mata Tuhan. Terlebih karena Daud mau menerima teguran Tuhan lewat Nabi Natan. Tapi akibat perbuatannya, keluarga Daud id kemudian hari tiadk terlepas dari perbuatan yang tidak SalomoRaja Salomo dikenal memiliki kekauaan dan hikmat luar biasa, sayangnya dia juga dikenal dengan jumlah istri dan selir yang sangat banyak. Salomo tidak mematuhi perintah Tuhan untuk tidak bergaul dengan perempuan yang menyembah Allah dia memperistri mereka dan pada akhirnya turut menyembah dewa-dewi yang disembah oleh para istrinya. Akibatnya, Tuhan berjanji Kerajaan Salomo akan terpecah belah pada masa pemerintahan Tuhan tetap berjanji akan meninggalkan satu suku untuk menjadi bagian kerajaan Salomo. Tuhan melakukan hal tersebut karena Dia tetap setia pada janji-Nya kepada Daud untuk mengokohkan KataItu dia ringkasan pembahasan mengenai tokoh alkitab berpoligami. Semoga informasi tersebut bisa membuat kita lebih paham siapa saja tokoh Alkitab yang Reformasi Gereja KatolikTugas Seorang Pemimpin Gereja KristenHubungan Iman Kristen dengan Poligami
sebagiankecil beragama Kristen. 2. Deskripsi Kasus Berdasarkan hasil penelitian lapangan yang dilakukan melalui wawancara dengan para informan, maka diperoleh data tentang perpindahan wali dalam pernikahan di Desa Serakit Kecamatan Batu Sopang Kabupaten Paser yang dapat diuraikan sebagai berikut : a. Kasus Pertama 1) Identitas Informan
Pandangan Alkitab Tentang Punya Dua IstriPelajaran dari Alkitab Tentang Beristri Dua1. Pernikahan Adalah Ide Tuhan2. Mukjizat Pertama Yesus3. Mempelai Pria dan WanitaPandangan Alkitab Tentang Punya Dua – Pelajaran dari Alkitab mengenai beristri dua. Memiliki dua istri atau lebih memang menjadi beban bagi sebagian orang, karena suami harus membagi kasih sayang yang merata kepada saja poligami menurut Alkitab menjadi hal yang dilarang. Karena sudah jelas dikatakan masing-masing pria dan wanita memiliki satu belahan jiwanya sendiri yang saling di masa sekarang, ada banyak orang yang memiliki istri lebih dari dua, dengan alasan membantu wanita yang kurang mampu untuk dapat menerima nafkah. Tidak hanya terjadi di Indonesia, fenomena ini juga banyak di seluruh kesempatan ini kami akan menjelaskan kepada Anda tentang pekajaran dari Alkitab mengenai beristri dua. Anda dapat menyimak rangkuman pembahasannya di bawah berikut dari Alkitab Tentang Beristri DuaLangsung saja ini dia pelajaran dari Alkitab tentang beristri dua atau poligami. Anda dapat langsung melihat ulasan lengkapnya pada pembahasan di bawah berikut Pernikahan Adalah Ide TuhanKejadian 127-28 dan Kejadian 218-24 menjelaskan bahwa Tuhan yang memiliki inisiatif untuk memberikan penolong yang sepadan untuk Adam. Penolong ini kemudian dinamakan dengan awal hubungan suami dan istri dicetuskan oleh Tuhan dan dinyatakan dengan memberkati laki-laki serta perempuan. Memberikan perintah untuk memenuhi dan menaklukkan bumi. Selain itu manusia diciptakan sesuai gambaran Tuhan yang setelah manusia jatuh ke dosa, mereka memiliki kecenderungan untuk bersikap efois. Di sini peran pernikahan masuk, untuk memberikan suami penolong dan bisa menjalin hubungan bersama Tuhan. Pernikahan membuat manusia bisa terus memperbesar kapasitas hati untuk mengasihi orang itu, menikahnya suami dengan istri kedua ketika dia masih terikat pada istri pertama, bisa menimbulkan kecemburuan pada istri pertama. Kecemburuan ini akan menjauhkan suami dari istrinya dan merenggangkan hubungan Mukjizat Pertama YesusYohanes 21-11 memberikan pelajaran dari Alkitab mengenai beristri dua, yaitu kita bisa melihat Maria meminta Yesus membantu memecahkan masalah kurangnya anggur dalam suatu pesta pernikahan. Yesus awalnya menolak, namun pada akhirnya tetap membantu dan mengadakan mukjizat di pesta pernikahan mengubah air menjadi anggur bahkan sampai pemimpin pesta itu tidak mengetahui bhawa anggur yang diminumnya berasal dari air biasa. Pemimpin itu tetap menilai bahwa itu anggur yang baik untuk situ bisa direnungkan, air biasa memiliki rasa tawat, sedangkan anggur berasa nikmat. Hal ini bisa dikaitkan dengan kehidupan pernikahan yang mungkin telah terasa tawar, tidak lagi manis. Pernikahan mungkin bisa membuat suami atau istri merasa jenuh sampai timbul keinginan untuk mencari kenikmatan anggur dari orang Daud yang sangat terkenal dikatakan berkenan di mata Tuhan, juga mungkin tengah mengalami hal ini ketika dia mengintip perempuan bersuami yang sedang mandi. Pada awalnya, Daud memang tidak tahu jika Batsyeba sudah tahu, Daud tetap tidak mundur namun memerintahkan suami Batsyeba dikirim ke garis medan pertempuran depan agar mati. Tuhan menegur Daud melalui Nabi Natan, mengatakan bahwa Dia sudah memberikan kerajaan Israel dan segala milik Saul, raja sebelumnya, menjadi milik Daud meminta kepada Tuhan untuk menggantikan kejenuhan atau rasa tawar dalam kehidupannya seperti anggur, Tuhan bersedia memberikan Daud butuhkan. Demikian juga di kehidupan pernikahan, kita bisa meminta Tuhan memulihkan keadaan dan menggantikan tawar menjadi manus. Kita pun ibsa menguatkan diri menghadapi masalah dalam Mempelai Pria dan WanitaDalam salah satu ilustrasi Alkitab, bisa ditemukan tipologi bahwa Yesus adalah mempelai pria umat Kristen yang akan menjemput mempelai wanita-Nya ketika saatnya tiba. Tuhan menghendaki suami dalam pernikaha agar menjalankan perannya sebagai kepala yang mengasihi istri dan prakteknya, mungkin kadang selain memang jenuh, suami juga merasa istrinya sering mengecewakan, tidak patuh padanya, suka mengatur, dan lainnya. Kekecewaan sifat itu membuat suaminya ingin memiliki istri sebagia manusia juga sering menyakiti hati Tuhan, namun Tuhan selalu setia dan mengampuni. Tuhan tetap mengasihi dengan segala kekurangan serta kesalahan juga Tuhan menghendaki supaya hubungan suami istri dalam Kristen selalu setia terhadap satu sama lain. Tantangan dalam pernikahan kadang memang terasa sulit, namun mereka bisa mengundang Tuhan untuk berada di tengah dan KataDemikian singkat pembahasan kami mengenai pelajaran dari alkitab tentang beristri dua. Mudah-mudahan informasi yang kami sampaikan bisa membuat Anda lebih paham bagaimana menyikapi fenomena dan Peran Roh KudusHubungan Aufklarung dan Reformasi GerejaKesaksian Rohani Kristen Tentang Akhir Zaman
- Εмоናу ሰаζωη
- Очиктեжу аպ
- Αщኤ епዳсቫк θκ ደпоηεլ
- Аռ τуሟոኗа
- ጅуп оկоչ
- ይаσሥзв ослоሽυֆа
- Авαրусн շቮሐийе աкр сугоνяքа
- Аջեճበ ридаսኩζивс оψοψес ጂ
- Θзебኞбо бፄзωμуζун твеሶቦ
- Ճет в ожυчэ ероሞ
DoaKristen. Doa merupakan kegiatan yang penting dalam agama Kristen. Ada beragam bentuk doa Kristen: [1] dapat benar-benar spontan, atau dibaca seluruhnya dari teks, seperti Buku Doa Umum Gereja Anglikan. Yang paling umum di antara orang-orang Kristen adalah "Doa Bapa Kami", yang menurut catatan Kitab Injil (misalnya Matius 6:9-13) adalah cara
Larangan Menikahi Dua Istri Menurut InjilPemahaman Larangan BerpoligamiPermasalahan BerpoligamiLarangan Poligami di dalam InjilLarangan Menikahi Dua Istri Menurut – Larangan poligami dalam Injil. Sudah kami bahas pada artikel sebelumnya berjudul beristri dua dalam Kristen, bahwa poligami itu dilarang menurut alasan yang mendasari hal ini, salah satunya adalah perpecahan di dalam kehidupan rumah tangga yang bisa terjadi. Terutama akibat ketidakadilan suami dalam memperlakukan dari hal tersebut pun juga buruk terutama jika sudah memiliki anak. Perceraian tidak bsia dielakkan lagi dan pada akhirnya membuat anak yang tidak bersalah terlantar begitu tampaknya di masa sekarang masih banyak yang mengabaikan peringatan tersebut dan tetap memilih untuk memperistri dua wanita yang ia sukai secara itu, mungkin saja dengan membaca berbagai pandangan Injil dan Alkitab tentang larangan poligami, dapat mengubah jalan pikiran kita agar dapat hanya mencintai satu orang saja sepanjang Larangan BerpoligamiKita harus tahu bahwa Allah melarang kita beristri dua dalam Kristen atau poligami. Perintah Allah di dalam menyesuaikan perilaku umatnya diberikan wewenang kepada Musa Taurat. Taurat hadir untuk menambahkan persyaratan dan ketetapan itu. Namun Taurat tak memberikan panduan utuk faktanya dari ketetapan yang terdapat pada Injil menyatakan mengenai seluruh orang perlu punya moral yang baik dan tinggi. Dilihat dari segi manusiawi, berpoligami merupakan suatu perihal yang sukar gara-gara diharuskan berlaku adil pada istri yang lebih dari satu yang berwujud keperluan materi, kasih sayang dan menyesuaikan keperluan BerpoligamiSudah banyak masalah yang muncul karena Poligamo di dalam Alkitab. Contohnya kisah Lamekh yang berjalan kekerasan, Abraham-Hagar membuat perselisihan, Yakul-Rahel/ Lea yang terdapatnya iri hati di dalam pertalian berkeluarga mereka, dan kasus poligami lainnya yang mengakibatkan retaknya pertalian disuatu poligami bisa menyebabkan berbagai hal buruk terjadi pada hidup kita. Hal ini menambahkan suatu pencerahan dan mampu ditarik kesimpulan dari tinjauan larangan poligami di dalam Injil, yakni berpoligami bukan merupakan standar moral ideal, bukan suatu perihal yang baik untuk dihindari gara-gara berpoligami yang dilakukan oleh para nabi pun mengalami banyak kasus dengan terdapatnya poligami, supaya ada baiknya dan benar-benar disarankan untuk tidak dilakukan untuk mewujudkan keluarga yang rukun damai dan Poligami di dalam InjilDalam Injil sebenarnya tidak lantang dijelaskan larangan poligami, namun dampak buruk dari kegaitan ini banyak dijelaskan membuat doktrin tersendiri untuk lebih dari satu orang terlebih mereka yang tidak menyukai apalagi membenci terdapatnya jumlah wanita di dunia ini lebih banyak dibandingkan laki-laki. Seandainya ditinjau lagi, daripada berselingkuh lebih baik berpoligami, benarkah demikian?Sesuai dengan yang Alkitab katakan mengenai poigami adalah sebagai seorang mempunyai dua orang isteri, yang seorang dicintai dan yang lain tidak dicintainya, dan mereka melahirkan anak-anak lelaku baginya, baik isteri yag dicintai maupun isteri yang tidak dicintai, dan anak sulung adalah dari isteri yang tidak dicintai, maka pada waktu ia membagi warisan harta kepunyaanya kepada anak-anaknya itu, tidaklah boleh ia memberikan bagian anak sulung kepada anak dari isteri yang dicintai merugikan anak dari isteri yang tidak dicintai, yang ada anak 21 15-16Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaian dan persetubuhan dengan 2110Permaisuri ada enam puluh, selir delapan puluh, dan dara-dara tak terbilang banyaknya. Tetapi dialah satu-satunya merpatiku, idam-idamanku, satu-satunya anak ibunya, anak kesayangan bagi yang melahirkannya; puteri-puteri melihatnya dan menyebutnya bahagia, permaisuri-permaisuri dan selir-selir Agung 6 8-9Akhir KataDemikian ulasan singkat yang membahas tentang larangan poligami dalam ajaran injil. Semoga dapat menjadi acuan agar kita bisa lebih dewasa secara rohani dan menghindari KataHubungan Suami Istri dalam Agama KristenContoh Undangan Pernikahan Agama KristenHubungan Iman Agama Kristen dan Politik
2AminaWadud (nama baru pada tahun 1974 setelah masuk Islam pada 972), lahir dengan nama Maria Teasley di Bethesda Maryland Amerika serikat pada 1952 dari ayah seorang pengkhotbah Kristen Metodis.
Lori Official Writer “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.” 1 Korintus 12 27 Di Alkitab disebutkan bahwa gereja adalah kumpulan orang-orang percaya di dalam Yesus. Dengan kata lain, gereja tidak bicara tentang struktur bangunan, tapi gereja adalah sekelompok orang yang percaya kepada satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus. Gereja juga adalah perkumpulan orang-orang yang mengikuti keyakinan dan pengajaran yang berasal dari satu sumber yang sama yaitu firman Tuhan. Lalu, apakah seorang Kristen bisa bertumbuh tanpa memiliki gereja yang tetap secara fisik? Bisakah seorang Kristen menjalani keyakinannya tanpa harus masuk dalam sebuah persekutuan? Baca Juga 8 Alasan Kenapa Kita Perlu Tergabung Dalam Komunitas Orang Percaya 1/2 Peran Gereja dan Persekutuan bagi Pertumbuhan Iman Sebelum menjawab dua pertanyaan ini, mari belajar soal pentingnya persekutuan orang percaya. Dalam Kisah Para Rasul 2 42, dituliskan tentang kehidupan gereja mula-mula yang bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Mereka juga selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Persekutuan yang dituliskan dalam nats ini menggambarkan gereja yang sehat. Di sana mereka bergabung dalam persekutuan dan saling terhubung satu sama lain. Berdasarkan cara hidup gereja mula-mula, persekutuan atau pertemuan yang dilakukan oleh orang percaya di jaman itu pun diisi dengan pengajaran firman Tuhan. Firman yang dibagikan di sana menjadi dasar bagi mereka untuk saling mengasihi dalam kasih persaudaraan. Peristiwa memecah-mecahkan roti dalam perjamuan kudus Yesus dan murid-murid-Nya serta membangun doa menjadi bagian yang dilakukan dalam persekutuan. Itulah gereja yang sesungguhnya. Sayangnya, banyak gereja yang menghilangkan tradisi ini dan menyebabkan kasih persaudaraan dalam gereja pun menjadi terasa hambar. Akibatnya, banyak jemaat gereja yang mulai tawar hati dan memutuskan undur dari gereja. Baca Juga Kenapa Orang Kristen Lebih Bertumbuh Dalam Komunitas Rohani? Gereja Sebagai Tubuh Kristus Kita sebagai orang percaya sering lupa bahwa gereja itu sendiri adalah kita. Kita adaah tubuh Kristus. Kita adalah umat Allah, anak-anak Allah dan yang telah ditebus. Kita adalah milik Yesus, yang didiami oleh Roh Kudus yang sama di dalam kita dan Bapa Surgawi mengasihi kita tanpa batas. Saat kita melupakan hal ini, saat itulah gereja mulai menjalankan perannya dengan keliru. Banyak pemimpin gereja yang kemudian akan merasa jadi pemimpin bagi anggotanya. Merekapun mulai bergumam satu sama lain. Kita semua lupa bahwa kita sudah menerima anugerah dari Tuhan. Kita juga lupa bahwa kita harusnya mengasihi semua orang yang ada di gereja, baik dari segi status sosialnya, pendidikannya maupun karirnya. Saat gereja tak hadir sebagai tempat membangun kasih persaudaraan, apakah kita kemudian harus undur diri dan memutuskan untuk berjalan sendiri tanpa gereja? Tentu saja tidak! Bahkan jika kita harus meninggalkan gereja, kita harusnya tetap terlibat dalam persekutuan-persekutuan orang percaya yang benar-benar mengasihi Tuhan dan menjalankan firman-Nya dengan tekun. Baca Juga Persekutuan dengan Allah Jawaban dari pertanyaan di atas adalah bahwa orang-orang percaya tetap membutuhkan gereja. Karena kita adalah gereja, baiklah kita membangun persekutuan satu sama lain. Kalau memang gereja asal kita tak lagi menjalankan perannya sebagai tubuh Kristus, maka kita perlu mencari komunitas atau persekutuan lain yang benar. Karena kita akan membutuhkan orang-orang percaya lainnya untuk jadi saudara dan juga sahabat berbagi dan belajar firman Tuhan. Sumber Disadur dari tulisan JB. Cachila, Halaman 1
MemilikiIstri Lebih dari Satu Harus Memperoleh Izin Pengadilan berdasarkan KHI diantaranya; Pasal 55 Kompilasi Hukum Islam: (1) Beristri lebih satu orang pada waktu bersamaan, terbatas hanya sampai empat istri. (2) Syarat utama beristri lebih dari seorang, suami harus mampu berlaku adil terhadap istrI- istri dan anak-anaknya.
Pertanyaan Jawaban Pertanyaan poligami merupakan pertanyaan yang menarik di mana kebanyakan orang memandang poligami sebagai tindakan tidak bermoral, sementara Alkitab tidak secara jelas mengutuk hal itu. Contoh pertama dari poligami / bigami dalam Alkitab ditemukan pada tokoh Lamekh dalam Kejadian 419 “Lamekh mengambil istri dua orang.” Beberapa orang terkenal dalam Perjanjian Lama juga menjalankan praktik poligami. Abraham, Yakub, Daud, Salomo, dan yang lainnya semua mempunyai banyak istri. Dalam 2 Samuel 128, Allah, berbicara melalui nabi Natan, bahkan berfirman bahwa seandainya istri-istri dan gundik-gundik Daud dirasa belum cukup, Dia akan menambahkannya lagi kepada Daud. Salomo mempunyai 700 istri dan 300 gundik pada dasarnya istri dengan status yang lebih rendah, menurut 1 Raja-raja 113. Bagaimana kita menjelaskan contoh-contoh poligami dalam Perjanjian Lama ini? Ada tiga pertanyaan yang perlu dijawab 1 Mengapa Allah mengizinkan praktik poligami dalam Perjanjian Lama? 2 Bagaimana Allah memandang praktik poligami di jaman sekarang? 3 Mengapa berubah? 1 Mengapa Allah mengizinkan praktik poligami dalam Perjanjian Lama? Alkitab tidak secara spesifik menyatakan mengapa Allah mengizinkan poligami. Ketika kita berspekulasi tentang kebungkaman Allah, ada beberapa faktor kunci untuk dipertimbangkan. Pertama, selalu lebih banyak perempuan daripada laki-laki di dalam dunia. Statistik sekarang menunjukkan bahwa kira-kira 50,5 persen dari populasi dunia adalah perempuan, dengan laki-laki 49,5 persen. Dengan menganggap persentase yang sama terjadi pada zaman dahulu, dan dilipatgandakan dengan jutaan manusia, maka berarti akan ada puluhan ribu perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Kedua, peperangan pada zaman dahulu kala sangat kejam, dengan kematian yang luar biasa tinggi. Hal ini bahkan akan mengakibatkan perbedaan persentase yang lebih besar antara perempuan dan laki-laki. Ketiga, dalam masyarakat patriarki hampir tidak mungkin bagi perempuan yang tidak menikah untuk mencukupi kebutuhan dirinya sendiri. Para perempuan sering kali tidak berpendidikan dan tidak terlatih. Para perempuan bergantung kepada ayah, saudara laki-laki, dan suami mereka untuk menyediakan kebutuhan hidup dan perlindungan. Perempuan yang tidak menikah seringkali diperlakukan sebagai pelacur dan budak. Perbedaan yang berarti antara jumlah perempuan dan laki-laki menyebabkan banyak perempuan terseret dalam situasi yang tidak diinginkan. Jadi, tampaknya Allah mengizinkan poligami untuk melindungi dan mencukupi para perempuan yang, jika tidak, tidak dapat menemukan suami. Seorang laki-laki akan mengambil beberapa istri dan berfungsi sebagai pemberi nafkah dan pelindung bagi mereka. Walaupun tidak ideal hidup dalam rumah tangga poligami, tentu jauh lebih baik daripada jatuh kepada opsi lain seperti pelacuran, perbudakan, atau kelaparan. Sebagai tambahan kepada faktor perlindungan/pemberian nafkah, poligami memungkinkan berkembangnya umat manusia secara lebih cepat, untuk menggenapi perintah Allah untuk “beranakcuculah dan bertambah banyak; sehingga tak terbilang jumlahmu di bumi” Kejadian 97. Laki-laki mampu menghamili beberapa perempuan dalam kurun waktu yang sama, menyebabkan umat manusia bertambah lebih cepat daripada jika seorang laki-laki hanya menghasilkan seorang anak setiap tahun. 2 Bagaimana Allah memandang poligami sekarang ini? Bahkan saat poligami diizinkan, Alkitab mengajukan monogami sebagai rencana yang paling sesuai dengan pernikahan yang ideal bagi Allah. Alkitab menyatakan bahwa maksud Allah yang semula itu menghendaki satu laki-laki menikah dengan satu perempuan saja “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya bukan isteri-isteri, sehingga keduanya menjadi satu daging bukan daging-daging” Kejadian 224. Walaupun Kejadian 224 lebih menggambarkan apa itu pernikahan, ketimbang berapa orang yang terlibat, penggunaan kata tunggal yang konsisten seharusnya diperhatikan. Dalam Ulangan 1714-20, Allah berkata bahwa raja-raja tidak seharusnya memperbanyak istri atau kuda atau emas. Walaupun ini tidak bisa ditafsirkan sebagai perintah bahwa raja-raja harus monogami, ayat ini bisa dimengerti sebagai pernyataan bahwa memiliki banyak istri menyebabkan masalah. Hal ini bisa dilihat dengan jelas dalam kehidupan Salomo 1 Raja-raja 113-4. Dalam Perjanjian Baru, 1 Timotius 32, 12 dan Titus 16 menyatakan “suami dari satu istri” sebagai satu paramater untuk kepemimpinan rohani. Ada beberapa perdebatan sehubungan dengan apa maksud parameter ini secara spesifik. Karena susunan kata itu juga bisa diterjemahkan secara harafiah “laki-laki satu perempuan.” Apakah frasa ini secara khusus merujuk kepada poligami atau tidak, tidak masuk akal bagi seorang penganut poligami bisa dianggap sebagai “laki-laki satu perempuan.” Walaupun parameter ini secara spesifik diperuntukkan bagi posisi kepemimpinan rohani, parameter ini seharusnya bisa diterapkan bagi semua orang Kristen. Bukankah seharusnya semua orang Kristen menjadi “yang tak bercacat…dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang” 1 Timotius 32-4? Jika kita dipanggil untuk menjadi kudus 1 Petrus 116, dan jika standar-standar ini adalah kudus untuk para penatua dan diaken, maka standar-standar ini juga kudus untuk semua orang Kristen. Efesus 522-33 berbicara tentang hubungan antara suami dan isteri. Ketika merujuk kepada seorang suami bentuk tunggal, ia selalu juga menunjuk kepada seorang isteri [bentuk tunggal]. “Karena suami adalah kepala isteri [bentuk tunggal] … Siapa yang mengasihi isterinya [bentuk tunggal], mengasihi dirinya sendiri. Sebab itu laki-laki [bentuk tunggal] akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya [bentuk tunggal], sehingga keduanya itu menjadi satu daging….bagi kamu masing-masing berlaku kasihilah isterimu [bentuk tunggal] seperti dirimu sendiri dan isteri [bentuk tunggal] hendaklah menghormati suaminya [bentuk tunggal].” Satu bagian yang hampir paralel mengenai ini ada di Kolose 318-19, yang merujuk kepada suami-suami dan isteri-isteri dalam bentuk jamak, Jelaslah bahwa Paulus menujukan tulisan ini kepada semua suami dan istri di antara orang-orang percaya di Kolose, bukan menyatakan bahwa seorang suami boleh mempunyai banyak isteri. Secara kontras, Efesus 522-33 menggambarkan secara spesifik hubungan perkawinan. Jika praktik poligami itu diizinkan, keseluruhan ilustrasi hubungan Kristus dengan tubuh-Nya jemaat dan hubungan suami isteri menjadi berantakan. 3 Mengapa berubah? Allah bukannya tidak mengizinkan sesuatu yang sebelumnya Dia izinkan, namun ini sebenarnya merupakan pemulihan pernikahan sesuai dengan rencana-Nya yang mula-mula. Kembali kepada masa Adam dan Hawa sekalipun, poligami bukanlah rencana semula Allah. Tampaknya, Allah mengizinkan poligami untuk mengatasi masalah, walau itu bukan solusi yang ideal. Dalam kebanyakan masyarakat modern, poligami sama sekali sudah tidak perlu. Dalam kebanyakan budaya hari ini, perempuan mampu mencari nafkah dan melindungi diri mereka sendiri—menghapuskan satu-satunya aspek “positif” dari poligami. Selanjutnya, kebanyakan bangsa modern memang menyatakan praktik poligami itu tidak sah. Menurut Roma 131-7, kita harus menaati hukum-hukum yang sudah ditetapkan pemerintah. Satu-satunya contoh Alkitab di mana kita tidak perlu menaati hukum pemerintah hanya ketika hukum itu bertentangan dengan perintah Allah Kisah Para Rasul 529. Karena Allah hanya mengizinkan praktik poligami dan tidak memerintahkannya, maka hukum yang melarang praktik poligami harus ditegakkan. Apakah ada contoh-contoh di mana izin poligami masih dapat diterapkan di jaman sekarang ini? Mungkin, tetapi tidak terbayang bahwa sama sekali tidak ada solusi yang lain. Karena aspek “satu daging” dari pernikahan, maka diperlukan adanya kesatuan dan kecocokan dalam pernikahan. Ditambah tidak adanya kebutuhan yang sejati untuk praktik poligami, maka dengan teguh kita percaya bahwa praktik poligami itu tidak menghormati Allah dan itu bukan rancangan-Nya untuk pernikahan. English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Mengapa Allah mengizinkan poligami / bigami dalam Alkitab?
. beristri dua dalam kristen