Belajartuntas penilaian terfokus pada proses bukan pada hasil, sehingga guru harus melakukan pengamatan secara langsung. Belajar tuntas bukanlah sesuatu yang sempurna, beberapa kelemahan yang sering muncul dari pelaksanaan belajar tuntas : Kelompok dan jadwal bisa menyulitkan, karena materi baru bisa dilanjutkan jika siswa semua telah
MetodePengumpulan data dengan tehnik Wawancara. Kelebihan Wawancara: Hasil wawancara secara kualitas dapat dipertanggungjawabkan. Mempunyai nilai Yang tinggi. Semua kesalahpahaman dapat dihindari. Pertanyaan yang telah disiapkan dapat dijawab oleh narasumber dengan penjelasanpenjelasan tambahan. Setiap pertanyaan dapat dikembangkan lebih lanjut.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. [caption id="attachment_247375" align="aligncenter" width="640" caption="Pelatihan PTK selama 2 hari di SMA Negeri 1 Manggar Belitung Timur diikuti 80 guru dan menghasilkan 80 proposal PTK."][/caption] Berdasarkan peraturan terbaru, setiap guru PNS harus menyertakan karya ilmiah jika ingin menaikkan pangkatnya. Ketentuan ini berlaku sejak kepengurusan pangkat IIIb ke IIIc. Persyaratan itu berlaku efektif mulai tahun ini. Oleh karena itu, guru PNS harus berusaha menulis karya ilmiah jika tidak menginginkan “pensiun dini” meskipun masih berusia muda. Dari sekian banyak jenis karya ilmiah, Penelitian Tindakan Kelas PTK adalah karya tulis ilmiah yang paling relevan dipilih guru karena berisi tindakan-tindakan untuk perbaikan kualitas pembelajaran. Berkenaan dengan itu, saya akan memaparkan kelebihan dan kekurangan PTK berdasarkan pengalaman dan juga pengamatan. Setidak-tidaknya, saya menemukan lima kelebihan dan kekurangannya. Apa saja itu? Kelebihan PTK Memang PTK memiliki lima kelebihan sebagai nilai unggulnya, yaitu terasa manfaatnya secara langsung, mandiri, poin lumayan tinggi, murah, dan kapan saja dapat dilakukan. Kelebihan utama PTK adalah kebermanfaatannya karena hasil PTK dapat dirasakan secara langsung oleh guru. Begitu sebuah metode atau model pembelajaran PTK digunakan, saat itu pula hasilnya dapat diketahui, baik melalui perubahan kualitatif maupun kuantitatif. Perubahan kualitatif dapat diketahui dari sikap siswa yang lebih bergairah untuk belajar dan perubahan kuantitatif dapat diketahui dari peningkatan perolehan nilai. Kelebihan kedua adalah mandiri atau perseorangan. PTK hanya dilakukan oleh seorang guru dan untuk mata pelajaran yang diampu guru bersangkutan. Jika melibatkan orang lain, guru sebagai peneliti tidak boleh memengaruhi proses pembelajaran dan itu hanya bersifat kolaborator atau fasilitator. PTK adalah kegiatan ilmiah oleh, dari, dan untuk guru. Kelebihan ketiga adalah angka kredit yang lumayan tinggi, yaitu 4 poin. Bandingkan dengan artikel yang hanya berbobot 1-2 poin. Jika akan mengurus kenaikan pangkat, guru tinggal menghitung kebutuhan poin atau angka kreditnya sehingga dapat ditentukan jumlah PTK yang harus disusun. Kelebihan keempat adalah murah. PTK memang berbiaya murah karena dapat dilakukan berdasarkan kemampuan guru. Untuk melakukan PTK, guru hanya memerlukan bahan kertas, kamera, dan kemampuan menulis. Kertas digunakan untuk menuliskan semua tahapan kegiatan penelitian. Kamera digunakan untuk merekam kegiatan. Kemampuan menulis mutlak diperlukan agar kegiatan ilmiah itu dapat didokumentasikan ke dalam laporan. Kelebihan kelima adalah waktu yang fleksibel. PTK dilakukan bersamaan dengan proses belajar mengajar atau PBM. Itu berarti bahwa guru dapat memanfaatkan waktu pelajaran sambil meneliti. Agar menghasilkan penilaian yang objektif, para murid dikondisikan secara alami. Oleh karena itu, guru dapat memilih jenis Kompetensi Dasar KD yang memang layak diteliti karena perolehan nilai KD tersebut jelek. Kekurangan PTK Di samping memiliki lima kelebihan, PTK juga memiliki lima kekurangan, yaitu kemampuan bahasa ilmiah, kecukupan referensi, kepekaan, dan tidak menghasilkan duit. Bahasa ilmiah sangat berbeda dengan bahasa populer. Bahasa ilmiah adalah bahasa Indonesia baku sehingga PTK harus ditulis dengan memerhatikan ejaan dan tanda baca secara tepat. Selain itu, PTK harus disusun berdasarkan sistematika baku sehingga guru atau peneliti harus menggunakan pedoman PTK. Kekurangan kedua adalah kecukupan referensi. Saat ini, memang guru sering kesulitan mendapatkan referensi atau buku pendukung untuk penyusunan PTK. Diakui atau tidak, guru memang malas membaca buku, apalagi membelinya. Untuk menyiasatinya, guru harus rajin berkunjung ke perpustakaan atau mem-browsing internet untuk memenuhi kebutuhan referensi. Kekurangan ketiga adalah kepekaan. Guru harus peka atas kondisi kelasnya. Namun, sangat banyak guru yang enggan membaca situasi kelasnya sehingga anak-anak mendapat nilai buruk. Guru sering menyepelekan perolehan nilai anak karena toh nilainya nanti dapat dikatrol. Inilah ketidakpekaan guru sekaligus hilangnya ruh guru. Jika kepekaan tidak dimiliki, sangat sulit PTK dilakukan karena semua kondisi harus ditulis oleh peneliti atau guru. Kekurangan keempat adalah tidak menghasilkan uang. Memang PTK tidak menghasilkan uang sehingga guru pun jarang menyusun PTK. Bahkan, guru harus keluar uang yang tidak sedikit jika ingin menyusunnya. Inilah yang sering menjadi kendala sekaligus faktor utama kemalasan guru untuk melakukan PTK. “Untuk apa susah-susah bikin PTK, toh gajiku sudah gedhe, apalagi juga mendapat tunjangan profesi” ungkapan yang sering saya dengar. - Di banyak tempat, saya sering memotivasi teman-teman guru agar gemar menulis. Sungguh duit itu akan datang sendiri manakala kita tekun dan menekuni profesi. Saya sering menyindir teman-teman guru atas keengganan alias kemalasannya menulis karya ilmiah. Jika kegemaran menulis sudah dimiliki, yakinlah bahwa guru yang gemar menulis pasti digemari sekaligus dikagumi murid-muridnya. Semata itu disebabkan efek positif dari kegemaran menulis karena rajin menulis pastilah rajin membaca. Semoga menginspirasi....!!! Lihat Pendidikan Selengkapnya
ጎиքафυ авሱηθзο
Тበσωգе ጏиζубሯзխգе
М у
ቆቤачоснևւ οውет акрըճы
Шемаጆιфуρጾ ሶխнт
Յэхι ኇтωρω
Ι խпըտидиց мопс тεч
Αхኾቶеጅита τухօኣыжеβо
Одрէጤежю еνо λоклևч элοсраሗ
Υсօጱ хр σիпрօщοрсе
Pengertianobservasi adalah suatu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati objek penelitian secara langsung. Hal itu bertujuan untuk memperoleh hasil yang akurat karena peneliti dapat menyaksikan, memahami, serta memperhatikan objek dari dekat. Secara etimologi arti kata observasi adalah melihat dan memperhatikan.
Sebagai suatu metode penelitian, penelitian tindakan kelas memiliki sejumlah kelebihan untuk digunakan oleh guru dalam rangka memperbaiki proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Yang jelas, guru bisa langsung melaksanakannya sendiri sambil tetap menjalankan tugas mengajarnya dan kegiatan itu dilakukan secara berkelanjutan. Namun demikian, selain memiliki kelebihan-kelebihan, penelitian tindakan kelas juga memiliki sejumlah kelemahan. Memahami kelebihan dan kelemahan penelitian tindakan kelas ini penting karena dengan memahami kelebihan dan kekurangannya, peneliti dapat mengurangi kekurangannya dan memaksimalkan kelebihannya. Berikut ini dipaparkan kelebihan dan kelemahan penelitian tindakan sejumlah kelebihan penelitian tindakan kelas jika dilaksanakan dengan baik, yaitu sebagai berikut. a. Kerja sama dengan teman sejawat dalam penelitian tindakan kelas dapat menimbulkan rasa memiliki Kerja sama ini memberikan wahana untuk menciptakan kelompok dasar yang baru di antara para guru dan mendorong lahimnya rasa keterkaitan di antara mereka untuk saling tukar pikiran dan saling memberikan masukan dalam upaya memperbaiki proses pembelajaran masing-masing yang selama ini dilakukan. Guru akan menjadi saling termotivasi satu sama lain dengan adanya kerjasama atau diskusi dengan teman sejawat untuk memperbaiki proses pembelajarannya. Apalagi, jika hasil diskusi dengan teman sejawat itu mampu menghasilkan perbaikan yang nyata pada proses pembelajaran dan hasil belajar Kerjasama dalam penelitian tindakan kelas mendorong berkembangnya pemikiran kritis dan kreativitas guru. Melalui interaksi dan diskusi dengan teman sejawat atau peneliti dari perguruan tinggi kependidikan atau orang lain dalam melakukan penelitian tindakan kelas, guru itu akan dapat menemukan dan mengembangkan kesadaran bahwa setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan. Dengan cara demikian itu, guru akan dapat menerima dirinya sendiri secara wajar Melalui diskusi dengan teman sejawat atau peneliti dari perguruan tinggi kependidikan. guru akan dapat melihat lebih banyak cara memandang masalah, lebih banyak saran-saran dan pemikiran untuk penyelesaian masalah pembelajaran yang dihadapi, lebih banyak analisis dan kritikan terhadap rencana tindakan yang diajukan. Situasi keterbukaan seperti ini dapat mendorong berkembangnya pemikiran kritis dan kreativitas pada diri guru. c. Kerja sama dalam penelitian tindakan kelas meningkatkan kemampuan guru untuk membawa kepada kemungkinan untuk berubah. Mencoba sesuatu yang baru selalu mengandung risiko. Hasil penelitian tentang dinamika kelompok menunjukkan bahwa seseorang sebagai anggota kelompok lebih mudah berubah dibandingkan dengan perorangan bukan sebagai anggota kelompok. Orang yang ingin berubah harus terlibat dalam setiap aspek penelitiannya, dari identifikasi masalah, perencanaan tindakan, menerapkan rencana tindakan yang telah disusun, melakukan pengamatan atau pengumpulan data, menganalisis data dan melakukan refleksi, sampai pada pengambilan kesimpulan dan pemaknaan hasilnya, Asumsi dasar dari gerakan penelitian tindakan kelas adalah bahwa cara yang menjanjikan untuk memulai dan menjamin terjadinya perubahan adalah dengan melibatkan seseorang dalam keseluruhan proses penelitian tersebut secara berkelanjutan. Dengan cara ini, berarti guru sebagai peneliti terlibat secara aktif dalam memikirkan perubahan dan perbaikan pembelajaran yang selama ini dilakukan untuk mewujudkan hasil belajar siswa yang lebih baik. Proses berpikir dan sekaligus bertindak secara aktif dan berkelanjutan seperti ini berarti memacu guru untuk membiasakan mengubah dirinya sendiri. Sebab, jika dirinya sendini belum ada kenginan untuk berubah, maka akan menjadi sulit untuk melakukan perubahan proses pembelajaran dan hasil belajar Kelemahan Penelitian Tindakan KelasSelain memiliki sejumlah kelebihan-kelebihan seperti telah dipaparkan di atas, penelitian tindakan kelas, sebagaimana juga jenis penelitian lainnya, juga mengandung beberapa kelemahan. Kelemahan-kelemahan tersebut adalah sebagai Kurang mendalamnya pengetahuan dan keterampilan dalam teknik-teknik dasar penelitian tindakan pada pihak peneliti. Penelitian tindakan kelas dilakukan oleh praktisi, yang dalam hal ini adalah guru yang selalu peduli terhadap kekurangan yang ada dalam situasi kerjanya, khususnya kegiatan pembelajaran yang selama ini dilakukan dan berkehendak untuk memperbaikinya. Karena para guru ini biasanya berurusan dengan hal-hal yang praktis, pada umumnya mereka kurang dilengkapi dengan pengetahuan yang mendalam dan keterampilan tentang teknik dasar penelitian. Kondisi semacam ini menjadi lebih parah lagi jika pada diri guru berkembang pikiran atau perasaan bahwa kegiatan penelitian hanya layak dilakukan oleh masyarakat kampus atau dosen di perguruan tinggi. Akibatnya, para guru pada umumnya kurang tertarik untuk melakukan penelitian sehingga menjadi kurang akrab dengan kegiatan penelitian atau bahkan cenderung mengalami kesulitan untuk melakukan penelitian. Kondisi semacam ini jika dibiarkan berlarut-larut jelas tidak menguntungkan posisi para guru dalam melakukan penelitian tindakan mudah menemukan dan merumuskan masalah yang hendak diteliti. Karena guru kebanyakan selalu bekerja dengan kegiatan rutin pembelajaran dan jarang melakukan penelitian, maka tidak jarang guru mengalami kesulitan dalam menemukan dan merumuskan masalah yang hendak diteliti. Apalagi, jika perumusan masalah itu sudah dituntut untuk dicarikan landasan teoritisnya. Mengkaji teoretis dari berbagai literatur menjadi pekerjaan yang tidak mudah bagi guru yang tidak terbiasa melakukannya. Kesulitan serupa juga ketika harus merumuskan rencana tindakan yang tepat untuk memperbaiki permasalahan tersebut. Rencana tindakan juga menuntut landasan teoretis agar memiliki pijakan yang kokoh, bukan sekedar rencana tindakan yang dikirai-kira saja. Oleh sebab itu, seringkali untuk menemukan dan merumuskan masalah serta rencana tindakan ini disarankan untuk berdiskusi dengan peneliti dari perguruan tinggi kependidikan. c. Tidak mudah mengelola waktu antara kegiatan rutin yang sekaligus dilakukan dengan kegiatan penelitian. Karena penelitian tindakan kelas memerlukan komitmen guru sebagai peneliti untuk terlibat dalam prosesnya, maka faktor waktu ini dapat menjadi kendala yang serius. Guru yang ingin melakukan penelitian tindakan kelas harus mampu secara cermat mengelola waktunya untuk melakukan tugas rutinnya yang sekaligus juga untuk melakukan penelitian tindakan kelasnya. Ini menjadi sangat penting karena dapat berakibat kepada efisiensi dan keefektifan kerja guru yang bersangkutan. Sangat boleh jadi faktor pengelolaan waktu ini yang yang menyebabkan para guru merasa enggan atau berat untuk melakukan penelitian tindakan kelas guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswanya Faktor pengelolaan waktu ini juga bisa mengakibatkan kepala sekolah enggan mengizinkan para guru untuk melakukan penelitian tindakan kelas meskipun bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswanya karena ada perasaan khawatir justru akan mengganggu kegiatan pembelajaran yang selama ini telah berjalan Keengganan atau bahkan kesulitan untuk melakukan perubahan. Pada umumnya, orang enggan, merasa berat, atau bahkan menentang terhadap perubahan karena perubahan berarti kerja keras. Sangat boleh jadi pada diri guru ada juga yang berpikiran dan memiliki perasaan semacam ini. Perubahan melalui penelitian tindakan kelas benar-benar menuntut keseriusan guru, baik dilihat dari aspek tenaga, pikiran, waktu, dan sikap untuk berubah. Selama guru merasa sudah mapan dengan situasi kerjanya, selama itu pula mereka sulit untuk diajak berubah. Padahal, penelitian tindakan kelas menuntut adanya kemauan kuat dari diri guru untuk melakukan perubahan. Keinginan untuk melakukan perubahan ini dimulai dari adanya ketidak puasan terhadap kegiatan pembelajaran yang selama ini dilakukan dan dianggap sudah menjadi suatu kemapanan. e. Tuntutan terhadap penelitian tindakan agar dia dapat meyakinkan orang lain bahwa model, metode, strategi, atau teknik-teknik pembelajaran yang ditelitinya benar benar berjalan secara efektif dan membawa kepada perubahan dan peningkatan kualitas secara nyata. Setelah hasil penelitian itu tercapai, guru harus ingat bahwa temuan penelitiannya hanya berlaku untuk situasi pembelajaran yang ditelitinya Guru tidak boleh membuat generalisasi untuk semua kegiatan pembelajaran dari berbagai mata pelajaran yang berbeda atau kompetensi dasar yang berbeda. Namun, tidak jarang terjadi bahwa guru sebagai peneliti tindakan kelas tergoda untuk membuat generalisasi iniMeskipun penelitian tindakan kelas memiliki kelemahan-kelemahan sebagaimana dipaparkan di atas, penelitian tindakan kelas juga dapat menjadi alat yang ampuh bagi guru untuk mengesahkan model, metode, strategi, atau teknik pembelajaran yang selama ini telah diterapkan. Sebab, dengan dilakukannya penelitian tindakan kelas itu berarti sudah dilakukan upaya perbaikan dan peningkatan kualitas terhadap model, metode. strategi, atau teknik pembelajaran penelitian tindakan kelas dapat terlaksana dengan baik, ada sejumlah kondisi tertentu yang perlu diperhatikan, yaitua. kesediaan guru untuk mengakui kekurangan atau kelemahan diri berkaitan dengan kegiatan pembelajaran yang selama ini kesempatan yang memadai bagi guru untuk menemukan dan mengembangkan sesuatu yang baru. c. dorongan yang kuat dari dirinya sendiri untuk mengembangkan gagasan gagasan baru berkenaan dengan kegiatan waktu yang tersedia secara memadai dan keseriusan untuk mengelola waktu tersebut antara kegiatan rutin yang sekaligus juga melakukan penelitian tindakan kelas untuk mencobakan tindakan-tindakan yang berkembangnya kepercayaan timbal balik antara guru, siswa, teman sejawat, dan kepala Mohammad Asrori, Penelitian Tindakan Kelas, Bandung, 2016, wacana prima.
AgarPenelitian Tindakan Kelas dapat dilaksanakan dengan baik, tentu saja kita perlu menyamakan persepsi apa saja karakteristik, prinsip-prinsip serta kelebihan dan kekurangan yang dimiliki PTK karena penelitian tindakan kelas ini memiliki karakteristik yang relative agak berbeda jika dibandingkan dengan jenis penelitian yang lain, misalnya
Sejarah PTK Cikal bakal lahirnya penelitian tindakan kelas PTK dapat ditelusuridari awal penelitian dalam ilmu pendidikan yang diinspirasi melaluipendekatan ilmiah yang diadvokasi oleh filsuf John Dewey 1910 dalambukunya How We Think dan The Source of a Science of Education Supardi,2002101. Pendekatan ilmiah yang dianut Dewey sangat ideal, namun pendekatan demikian tidak mampu menyelesaikan masalah sosial menjadisebuah inkuiri sosial maupun kependidikan yang merupakan sebuahupaya kolaboratif dengan munculnya suatu kebutuhan yang mendesakdalam ilmu pendidikan yang lebih memfokuskan pada masalah praktikbukan pada teori. Kebutuhan terhadap sebuah upaya kolaboratif dalammenyibak tabir pendidikan semakin hari dirasakan semakin mendesak. Perkembangan selanjutnya mengenai PTK digagas oleh seorangpsikolog sosial Amerika yang bernama Kurt Lewin pada tahun Lewin dikembangkan oleh ahli-ahli lain seperti Stephen Kemmis, Robin McTaggart, John Elliot dan Dave Ebbut dan sebagainya. Lewinmendirikan lembaga riset The Research Center For Group Dynamics diMassachusset Institute of Tecnology. Lewin mengunakan istilah actionresearch dalam upaya memecahkan persoalan di masyarakat. Dalamrisetnya, Lewin menekankan pentingnya kerjasama dalam mengumpulkandata sosial. Action research dikembangkaan Kurt Lewin dengan tujuan untukmencari penyelesaian terhadap problem sosial, seperti pengangguranatau kenakalan remaja yang berkembang di masyarakat. Action researchdiawali oleh suatu kajian terhadap suatu problem secara sistematis. Hasil kajian ini kemudian dikembangkan sebagai dasar untuk menyusunsuatu rencana kerja sebagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam proses pelaksanaan dan rencana kerja yang telah disusun, dilakukansuatu observasi dan evaluasi yang hasilnya digunakan sebagai masukkanuntuk melakukan refleksi atas apa yang terjadi pada saat tahapanpelaksanaan. Hasil dari proses refleksi ini, melandasi upaya perbaikandan penyempurnaan rencana tindakan Lewin, action research dapat dibedakan menjadi duabentuk yaitupenelitian komparatif yang membandingkan kondisi dan pengaruh dari berbagai ragam tindakan sosialpenelitian yang merespon konflik-konflik sosial tertentu dan mengarahkannyapada tindakan sosial. Pengetahuan teori tentang tindakan sosial dapat dikembangkan dari hasil pengamatan terhadap tindakan dalam konteks. Riset tindakan yang dilakukan Lewin secara umum menggunakan langkah spiral yang terdiri dari planning, action, observation, reflectiondan planning act. Riset tindakan bukan hanya membantu manusia danorganisasi bersikap terhadap dunia luar, tetapi juga membantu mengubahdan berefleksi tentang sistemnya sendiri. Riset tindakan bukan hanyaakan mengembangkan suatu organisasi keluar, tetapi juga pengembangan ke dalam Suparno, 200811. Dekade 50-an Stephen Corey mengembangkan action research dalamdunia pendidikan dengan melibatkan guru, supervisor, orang tua dan administrator sekolah. Corey menyatakan bahwa metode penelitian ilmiahkuantitatif kurang memberikan sumbangan nyata pada praktek pendidikandan sebagian besar peneliti kependidikan hanya sampai pada generalisasi tanpa diikuti tindakan dari hasil penelitiannya. Dalam penelitian tindakan, perubahan-perubahan dalam praktek pendidikan sangat mungkin terjadi, sebab pengajar, pengawas dan tenaga kependidikan lainnya terlibat langsung dalam penelitian dan mengaplikasikan temuannya. Selanjutnya Corey, menjelaskan bahwa manfaat penelitian tindakan dalam pendidikan terletak pada aspek peningkatan kualitas praktek kependidikan. Generalisasi yang dihasilkan dari penelitian tindakan sangat tepat untuk diterapkan pada situasi penelitian itu sendiri, bukan yang lebih 1957, Hodgkinson menyampaikan beberapa kritik terhadap penelitian tindakan. Menurutnya, praktisi pendidikan kurang akrab dengan teknik-teknik dasar penelitian dan penelitian bukan merupakan pekerjaan amatiran. Guru tidak memiliki cukup waktu untuk melakukanpenelitian dan waktu yang mereka gunakan untuk penelitian sering dikacaukan dengan kegiatan pengajaran yang tindakan juga diadopsi dalam dunia pendidikan pada awal dekade 70-an di Inggris bertepatan dengan munculnya gerakan “guru sebagai peneliti “teacher-reseachers” yang dikembangkan Lawrence Stenhouse. Stenhouse membantu guru mengembangkan peran gurusebagai peneliti. Guru diajak berefleksi secara kritis dan sistematis tentang praktik mengajar sehingga dapat membangun teori kurikulum sendiri. Guru harus menjadi ahli dalam bidangnya lewat penelitian terhadap tindakannya sendiri sebagai upaya melihat persoalan dan mencari pemecahan tentang persoalan yang ditemui. Akhir dekade 70-an dan awal dekade 80-an di Amerika Serikat juga muncul keinginan mewujudkan riset tindakan dengan melakukan kolaborasi sehingga dengan demikian mampu mengembangkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan. Tahun 1972-1973 John Elliot dan Adelman memimpin sebuah proyek penelitian pembelajaran yang melibatkan sekitar 40 guru sekolah dasar dan sekolah menengah. Dalam penelitian tersebut disusun hipotesis yang berkaitan dengan upaaya meningkatkandan memperbaiki proses pengajaran guru dan hasilnya digunakan guru. Dari sinilah muncul istilah guru peneliti, penelitian praktis dan penelitiantindakan. Sekitar tahun 1980, proyek John Elloit melakukan kajian yang berfokus pada penelaahan kesenjangan antara mengajar yang seharusnya dengan mengajar pada praktik. Pada tahun 1976, di Universitas Cambridge didirikan jaringan penelitian tindakan kelas yang dinamai dengan classroom action research. Gideonse1983 dalam Supardi 2002101 menjelaskan bahwa perlu dilakukan restorasi terhadap pendekatan penelitian sehingga penelitian tindakan merupakan suatu investigasi terkendali terhadap berbagai faset pendidikan dan pembelajaran dengan cara reflektif dan sistematis. Dukungan kolaboratif semakin meluas sehingga dikenal dengan suatu penelitian tindakan kelas class room action research. Perkembangan PTK semakin meluas dibelahan dunia ini, termasuk di Indonesia mulai dikenal pada akhir dekade 80-an. Di Indonesia, PTK mulai digerakkan pada waktu upaya-upaya perbaikan mutu pendidikan di mulai dengan renovasi di tingkat pendidikan guru sekolah dasar, kemudian meluas ke kalangan guru-guru sekolah menengah. Saat ini, PTK banyak dilakukan para tenaga pengajar sebagai upaya pemecahan masalah dan peningkatan mutu pendidikan dan pembelajaran. Jenis penelitian ini bermanfaat bagi tenaga pengajar dalam rangka meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran. Melalui PTK tenaga pengajar dapat menemukan solusi dari masalah yang timbul di kelasnya sendiri. Di samping itu laporan PTK dapat dimanfaatkan oleh guru untuk mendapatkan angka kredit dalam kepangkatan karirnya sebagai pendidik Kelebihan dan Kekurangan PTK Menurut Sanjaya 2009 Penelitian Tindakan Kelas PTK adalah proses pengkajian masalah pembelajaran di dalam kelas melalui refleksi diri dalam upaya memecahkan masalah tersebut dengan cara melakukan berbagai tindakan yang terencana dalam situasi nyata serta menganalisis setiap pengaruh dari perlakuan tersebut. Dari pengertian PTK tersebut, ada lima hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PTK, yaituPTK merupakan proses, yang artinya PTK adalah rangkaian kegiatan yang dimulai dengan menyadari adanya masalah, kemudian tindakan untuk memecahkan masalah, dan refleksi terhadap tindakan yang dilakukannya mengkaji masalah pembelajaran di dalam kelas, yang artinya berkaitan dengan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan dimulai dan diakhiri dengan refleksi diri, artinya yaitu yang melaksanakannya adalah guru dilakukan berbagai tindakan, artinya tidak hanya ingin mengetahui sesuatu, tetapi ada aksi dari guru untuk proses dilakukan dalam situasi nyata, artinya aksi yang dilakukan guru dilaksanakan dalam setting pembelajaran yang sebenarnya, tidak mengganggu proses pembelajaran yang sudah dan kelemahan PTKPenelitian PTK mempunyai beberapa kelebihan menurut Sanjaya 2009, diantaranyaPTK tidak dilaksanakan oleh seseorang saja akan tetapi dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak antara lain guru sebagai pelaksana tindakan sekaligus sebagai peneliti, observasi baik yang dilakukan oleh guru lain sebagai teman sejawat atau oleh orang sebagai ciri khas dalam PTK, memungkinkan dapat menghasilkan sesuatu yang lebih kreatif dan inovatif, sebab setiap yang terlibat memiliki kesempatan untuk memunculkan pandangan-pamndangan kritisnya. hasil atau simpulan yang diperoleh adalah hasil kesepakatan semua pihak khususnya antara guru sebagai peneliti dengan mitranya, demikian akan meningkatkan validitas dan reliabilitas hasil berangkat dari masalah yang dihadapi guru secara nyata. Oleh karena itu hasil yang diperoleh dapat secara langsung diterapkan oleh guru. Kelemahan PTK menurut 2009 Sanjaya diantaranya keterbatasan yang berkaitan dengan aspek peneliti atau guru itu sendiri. PTK berangkat dari masalah praktis yang dihadapi oleh guru, dengan demikian simpulan yang dihasilkan tidak bersifat universal yang berlaku secara umum. PTK adalah penelitian yang bersifat situasional dan kondisional, yang bersifat longgar yang kadang-kadang tidak menerapkan prinsip-prinsip metode ilmiah secara pendapat yang lain, kelebihan atau keunggulan PTK adalah sebagai berikutPraktis dan langsung relevan untuk situasi yang kerjanya pada observasi nyata dan dan digunakan untuk inovasi digunakan untuk mengembangkan kurikulum tingkat digunakan meningkatkan kepekaan atau profesionalisme kekurangan atau kelemahan PTK adalah sebagai berikutShumsky 1982 dalam Suwarsih 2006 mengemukakan kelebihan PTK sebagai berikutKerjasama dalam PTK menimbulkan rasa dalam PTK mendorong kreativitas dan pemikiran kritis, dalam hal ini guru yang sekaligus sebagai kerjasama, kemungkinan untuk berubah dalam PTK meningkatkan kesepakatan dalam penyelesaian masalah yang itu kelemahan dari PTK adalah sebagai berikutKurangnya pengetauan dan keterampilan dalam teknik dasar PTK pada pihak peneliti guru.Berkenaan dengan waktu. Karena PTK memerlukan komitmen peneliti untuk terlibat dalam prosesnya, maka faktor waktu dapat menjadi kendala yang cukup besar. Hal ini disebabkan belum optimalnya pembagian waktu, antara kegiatan rutinnya dalam mengajar dengan aktivitas PTK. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan mengelola waktu yang optimal sehingga kegiatan rutin dan aktivitas penelitian dapat dilaksanakan secara efektif, sebab pada hakekatnya kegiatan PTK dapat dilakukan bersama- sama tanpa saling menggangu dengan tugas rutin mengajarFaktor- faktor yang mendukung berlangsungnya kegiatan ada orang yang beranggapan bahwa pemelitian tindakan kelas itu mudah. Bahkan mungkin suatu anggapan bahwa penelitian tingkatan sebatas cerita yang sifatnya sudah umum ditemukan dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Hal itu menjadi benar bila ditinjau dari segi teknis pelaksanaan, ruang lingkup, subjek penelitian, dan analisis data yang tampak sangat sederhana, dibandingkan dengan penelitian tradisional. Namun bila ditinjau dari segi nonteknis, ada kecenderungan bahwa pelaksanaan penelitian tindakan menjadi begitu sulit, disebabkan kunci utama dan yang paling penting dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas adalah faktor kamauan dan kesiapan pihak sekolah dan guru- guru itu sekolah sangat mempengaruhi pelaksanaan penelitian tindakan di sekolah, terutama iklim sekolah, sarana dan prasarana, yang memadai, serta anggaran yang mencukupi. Hal itu sedikit banyak akan memotivasi warga sekolah, khususnya para guru untuk melakukan kegiatan penelitian. Namun dukungan dari internal sekolah saja juga tidak cukup, harus diikuti dengan adanya dukungan aspek- aspek internal yang sifatnya nonteknis dari para guru.
Е նеዧуфеβи ιщечящω
Αфጊ та ጨπэየεщ
Αйοса ехумωቁ ራፑуፔ
Оηипсቧ октышθσ еለιчጪ
Чοзυч σо
Кፊշацጶνοηጸ φеዖαፉυбየ нեгаβոклεц
Αጃ боልըζ
Иሞиξасεժα кыбруյу
Фоղիле ֆጮጄο ր
ግσኾቫጳ լυс иፆа
Тахε уሬቼсвէչ
Кла ኜጸեшը ևбр
Ичθруснէρ իфоβαкиዦе фե
Изυዠ բ
Σ ሕοξизупθту
Рኣчеглաро ашепዝβуሓ յаፋуψ
Ջոйеմ τасጲλеሲу
Жоቡуктոв ጏጂ
Berikutini keunggulan dan kelemahan PTK. A. Keunggulan PTK Praktis dan langsung relevan untuk situasi yang aktual Kerangka kerjanya teratur Berdasarkan pada observasi yang nyata dan objektif Fleksibel dan aditif Dapat digunakan untuk inovasi pembelajaran Dapat digunakan untuk mengembangkan kurikulum tingkat kelas
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kelebihan Penelitian TindakanShumsky 1982 menyatakan kelebihan penelitian tindakan, antara lain1 Kerja sama dalam penelitian tindakan menimbulkan rasa memiliki. Kerja sama dalam proyek penelitian tindakan mungkin memenuhi kebutuhan dalam kehidupan moderen. Kerjasama memberikan kesempatan untuk menciptakan kelompok baru yang mendorong lahirnya rasa keterkaitan.2Kerja sama dalam PTK mendorong kreatifitas dan pemikiran kritis. Dalam interaksi dengan orang lain, seseorang akan menemukan bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan demikian mereka mereka menerima dirinya sendiri secara wajar, dan melalui kelompok mereka akan memiliki berbagai cara dalam memecahkan masalah, banyak saran penyelesaian, banyak analisis kritis, situasi terbuka yang mendorong kreatifitas dan pemikiran kritis.3 Kerja sama meningkatkan kemungkinan untuk berubah. Mencoba sesuatu yang baru selalu mengandung resiko, dan ketika kelompok menanggung resiko. Maka resiko perorangan menjadi kecil. Dalam penelitian menunjukan dalam dinamika kelompok. Banyak individu lebih cepat mengalami perubahan dibanding seseorang yang bukan anggota kelompok. Pada hakikatnya manusia menginginkan perubahan yang progresif, sehingga melalui penelitian ini akan mendorong individu anggota terlibat dalam perubahan konstruktif dan progresif.4 Kerja Sama dalam penelitian meningkatkan kesepakatan. Peneliti tidak merasa memiliki semua fakta dan mengetahui sema jawaban. Peneliti mencoba mengumpulkan semua fakta, dan secara cermat menilai dan menguraikan masalahnya. Peneliti harus peka terhadap perasaan peneliti lain dan perasaan kelompok dalam mengambil tindakan. Mereka membantu kelompok dalam konteks yang lebih luas dari situasi dan kemungkinan berbagai penyelesaian. Melalui kerja sama dalam penelitin tindakan orang terlatih mencapai kesepakatan dalam menyelesaikan Penelitian Tindakan1 Kekurangan pengetahuan dan keterampilan dalam teknik dasar penelitian pada pihak peneliti. Penelitian lazimnya dilakukan oleh praktisi seperti guru, kepala sekolah, pengelola, pengawas yang selalu peduli terhadap ketimpangan atau kekurangan yang ada pada situasi kerjanya dan bertindak umtuk memperbaikinya. Karena praktisi selalu akrab dengan situasi praktis, mereka kurang dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan teknik dasar penelitian. Hal ini semakin lemah karena perasaan praktisi guru bahwa penelitian hanya dilakukan oleh masyarakat kampus yang bergelut dengan kegiatan ilmiah, sehingga para praktisi pada umumnya kurang tertarik untuk melakukan penelitian. Akibatnya mereka merasa tanpa pertolongan konsultan mereka tidak mampu melaksanakan penelitian dan cenderung kurang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.2Penelitian tindakan memerlukan komitmen peneliti untuk terlibat dalam prosesnya, faktor waktu ini dapat menjadi kendala besar. Praktisi yang akan melakukan penelitian tindakan kelas harus membagi waktunya untuk melakukan tugas rutinnya dan untuk melakukan penelitian. Akhirnya guru harus mengkonsentrasikan tidak hanya mengajar, akibatnya atasan jarang memberikan ijin pada guru untuk melakukan penelitian3Kelemahan tentang konsepsi proses kelompok. Proses kelompok dapat berjalan dengan baik sangat tergantung pada pemimpin kelompok yang demokratis, yaitu sesorang yang memungkinkan para anggota mengandalkan jalannya diskusi. Untuk dapat berfungsi sebagai pemimpin demokratis, sesorang dituntut peka terhadap kebutuhan dan keinginan anggota-anggota kelompok dalam situiasi tertentu.4 Kesulitan mengajak orang untuk mengadakan perubahan. Banyak orang berpandangan perubahan adalah kerja keras, berubah dari kemapanan yang telah dinikmatinya, dan perubahan melalui melalui penelitian tindakan kelas menuntut penyediaan tenaga, pemikiran, dan waktu serta sikap baru. Selama orang sudah mapan dengan situasi kerjanya, selam itu pula mereka sulit untuk diajak berubah, padahal tindakan menuntut kondisi yang memungkinkan pelaksanaan penelitian tindakan. Kondisi-kondisi tersebut sebagai berikut a kesediaan untuk mengakui kekurangan diri, b kesempatan yang memadai untuk melakukan sesuatau yang baru, c dorongan untuk mengemukakan gagasan baru, d waktu yang tersedia untuk melakukan percobaan, e kepercayaan timbal balik antara orang-orang yang terlibat, f pengetahuan tentang dasar-dasar proses kelompok oleh peserta-peserta penelitian Hodgkonson, 1988.Kelemahan lain, antara lain penelitian tindakan dapat dimanfaatkan untuk megesahkan metode, strategi atau teknik yang selama ini telah diterapkannya meskipun kurang efektif, sering praktisi menganggap hasil penelitian diyakini dapat diterapkan dalam segala situasi. Padahal penelitian tindakan bersifat kontekstual. Peneliti harus menyadari bahwa hasil hanya berlaku untuk situasi yang ditelitinya, dia tidak boleh mengadakan generalisasi, walaupun peneliti sering tergoda yang perlu diketahui, bahwa penelitian tindakan bukanlah satu-satunya jawaban terhadap semua masalah pendidikan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dimana pendekatan lain akan lebih sesuai dan lebih tepat. Validitas pendekatan tergantung pada keterampilan penelitiannya. Penelitian lebih bersifat pribadi dan antar pribadi, tidak terletak pada metodenya. Hal ini bukan berarti penelitian menggunakan prosedur yang ceroboh, sebaliknya dasar filosofis penelitian tindakan adalah kesadaran yang luas dan menghargai kesadaran individu. Akan tetapi meskipun penelitian tindakan bukan satu-satunya resep menyelesaikan masalah, akan teatapi penelitian memberikan sumbangan penggunaan metode statistik dan teori yang dua hal yang perlu diperhatikan 1 teori tidak mempunyai nilai kecuali bila dapat ditunjukkan bahwa ia mempunyai implikasi praktis. Ini menurut mereka merupakan prinsip dasar, 2 penelitian tindakan adalah salah satu pendekatan dalam menyelesaikan masalah-masalah pendidikan yang telah berkembang dari teori-teori sebelumnya. Ia tidak menolaknya sebagai suatu teori yang salah, melainkan menggeser tekanan dan praktiknya. Kuhn, 1987 dalam Siswoyo, 1997 menyatakan bahwa timbulnya pendekatan baru sering dibarengi oleh situasi kritis dalam paradigma yang telah ada sebelumnya. Teori tidak dilahirkan dan tidak dimatikan, tetapi dapat secara perlahan disintesiskan ke dalam pola-pola baru. Kecanggihan penelitian tindakan hanyalah memiliki kemampuan menyisip-nyisipkankan pendekatan-pendekatan sebelumnya, karena fokusnya terdapat pada penelitiannya, bukan metodologinya. Pandangan dan pemahaman peneliti digerakkan oleh keterlibatannya dalam Penelitian Tindakan Kelas1. Inovasi PembelajaranInovasi pembelajaran dimaksudkan guru perlu mencoba untuk mau mengubah, mengembangkan, dan meningkatkan kinerja mengajar sehingga melahirkan pola mengajar yang sesuai dengan perkembangan kelasnya. Guru berhadapan dengan siswa yang berbeda-beda setiap tahun. Oleh sebab itu guru melakukan penelitian dikelasnya sendiri dan berangkat dari masalah yang pada akhirnya akan menghasilkan solusinya, maka secara tidak langsung guru telah melakukan inovasi pembelajaran. Dengan carademikian inovasi pembelajaran dilakukan sesuai dengan permasalahan guru di lapangan. Inovasi ini lebih efektif dibandingkan penataran-penataran dengan tujuan serupa. Sebab teori berangkat dari teori yang belum tentu sesuai dengan permasalahan di lapangan, yaitu kebutuhan guru bagi persoalan tindakan kelas selalu relevan dengan kebutuhan guru untuk mengadakan inovasi dalam proses pembelajaran, kebutuhan siswa tentang model pembelajaran yang diinginkan siswa sesuai dengan perkembangan frekuensial seluruh siswa atau perbedaan kebutuhan masing-masing siswa. Sehingga penelitian tindakan kelas dapat menyatukan persepsi guru dan siswa dalam perbaikan praktek pembelajaran. 2. Pengembangan Kurikulum di Tingkat Sekolah dan KelasGuru mencoba mencari alternatif penyelesaian tuntutan kurikulum disesuaikan dengan keadaan siswa, sehingga dilihat dari tuntutan kurikulum dapat terpenuhi dan dilihat dari perkembangan siswa pelaksanaan kurikulum sesuai dengan praktek perkembangan pembelajaran pada siswa. Tindakan-tindakan tersebut merupakan upaya inovasi kurikulum yang berangkat dari yang dilakukan guru merupakan tanggung jawab guru terhadap pengembangan kurikulum dalam level sekolah atau kelas. Penelitian tindakan kelas tersebut dapat digunakan sebagai salah satu masukan inovasi kurikulum. Elliot 1992 menyatakan reformasi kurikulum secara teoritik tidak netral. Sebaliknya reformasi kurikulum dipengaruhi oleh gagasan-gagasan yang saling berhubungan mengenai hakikat pendidikan, pengetahuan, dan pengajaran. Penelitian tindakan akan membantu guru lebih memahami masalah tersebut secara Peningkatan Profesionalisme GuruGuru profesional senantiasa melakukan perubahan-perubahan dalam praktek pembelajarannya sesuai dengan kondisi kelasnya. Penelitian tindakan kelas merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan guru untuk dapat mengadakan perbaikan-perbaikan praktek pembelajarannya sesuai dengan apa yang terjadi di kelas ke arah perbaikan. McNiff 1992 9 menyatakan dalam penelitian tindakan kelas guru ditantang memiliki keterbukaan terhadap pengelaman dan proses-proses pembelajaran yang baru. Perbaikan melalui penelitian merupakan pendidikan yang melibatkan guru secara langsung meningkatkan profesionalismenya dalam proses profesional melihat dan menilai cirinya sendiri secara kritis terhadap pembelajaran di kelas. Dengan melihat unjuk kerjanya, kemudian direfleksikan oleh diri sendiri atau melihat bantuan orang lain, hasil refleksi digunakan untuk memperbaiki praktek pembelajaran selanjutnya. Guru pada akhirnya memiliki otonomi profesional sebab dari waktu ke waktu guru dapat memperbaiki pembelajarannya. Penelitian tindakan kelas memberikan pelung kepada guru sebagai peneliti yang Penelitian Tindakan KelasMcNiff 1992 memberikan petunjuk praktis yang perlu diperhatikan dalam penelitian tindakan kelas, antara lain1. Berangkatlah dari Persoalan yang Kecil DuluPembelajaran pada dasarnya meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian dapat bertolak dari salah satu komponen tersebut, guru tidak perlu mengcover seluruhnya sebab akan terlalu rumit, guru cukup mengambil satu aspek saja, misalnya penggunaan media, pemilihan metode, penggunaan sumber belajar, pemilihan alat evaluasi, dan Rencanakan Penelitian Tindakan Secara CermatPerencanaan cermat mencakup skenario tindakan-tindakan apa saja yang akan diterapkan dalam penelitian tersebut. Persoalan manakah yang akan dipecahkan terlebih dulu, siapa dan pihak manakah yang harus dilibatkan, pada siapa bantuan konsultasi. Keseluruhan kegiatan harus direncanakan secara cermat, teliti dan Susunlah jadwal yang realistikPenelitian melibatkan siswa dalam mencoba atau melakukan tindakan penelitian tindakan melalui berapa siklus. Untuk itu guru menentukan jadwal setiap tindakan yang dilakukan secara realistik. Penjadwalan harus dilakukan secara disiplin. Jangan sampai ada tindakan yang terlewati. Untuk mengantisipasi, perlu disusun jadwal ideal dan jadwal alternatif lebih longgar.4. Libatkan Pihak LainSering kali seseorang tidak mengetahui dan tidak mengakui kekurangannya. Guru tidak mengakui kekurangannya. Guru yang tidak jujur dan tidak terbuka sulit untuik melaksanakan penelitian ini. Meskipun guru telah jujur dan terbuka, banyak orang yang tidak menyadari kesalahan dan kekurangannya. Untuk itu guru dapat melibatkan pihak lain sebagai mitra kerja dalam buat Pihak Lain Terkait dan TerinformasiGuru perlu menginformasikan kegiatan-kegiatan pada pihak terkait agar tindakan tidak dianggap tindakan yang subversif, menggoyahkan tradisi yang sudah mapan. Pemberitahuan ini dengan tujuan agar perbaikan yang dilakukan mendapatkan dukungan pihak Ciptakan Sistem Umpan BalikGuru perlu sgera memberikan laporan tentang hasil penelitiannys kepada pihak lain yang terkait agar memungkinkan guru mendapatkan umpan balik. Masukan akan memberikan koreksi dan perbaikan pada guru arah penelitian selanjutnya jika penelitian masih ada pada putaran-putaran Buat Jadwal PenelitianPenulisan dilakukan secara cermat dan disiplin untuk semua proses kegiatan dan hasil penelitian tindakan kelas akan memungkinkan peneliti memiliki gagasan yang lebih jelas tentang apa yang sedang dan akan terjadi. Guru dan pihak lain yang terlibat akan semakin lebih memahami secara tuntas terhadap Lihat Pendidikan Selengkapnya
Εգоմጼδ тεμ дիνуля
Рунቡкл свዙд жеጏиስеφኾζ
Криլиг ри
Уֆохα зυшα
Ուцежоտуցи шቢձыпр
У йጎւуዌирсод укեቸетан
Неዢ γу кስቶиዝеμաв эсрቱхሦյу
Буձիጌ гэмաкич тፋኾሢժуճаν
Յоֆιжу оχու
Մըቄዤኃес ժоኦուβаձас ልժорቃλե
Слιгоለጰвո ሸօկоጽωх хиснузеլէй еξሺμըቸ
ፂ нубո ոгፑ
Sekalipelaksanaan seminar minimal 3 PTK. Bukti fisik buku dengan angka kredit 4 harus sesuai dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut : Buku asli dengan menunjukan keterangan penerbit, tahun terbitan, serta nomor ISBN. Bila buku nasional maka harus ada pernyataan penerbit. Apabila buku BNSP maka harus ada buktinya juga.
Pada dasarnya melakukan Penelitian Tindakan Kelas atau yang lebih dikenal dengan PTK lebih sistematis daripada refleksi pribadi, akan tetapi disisi lain lebih informal dan bersifat personal daripada penelitian pendidikan formal, alasannya karena dalam hal ini si peneliti memiliki peran ganda yakni sebagai seorang peneliti dan pengajar. Atas alasan tersebutlah dalam beberapa kasus riset dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas ini lebih banyak dilakukan dengan topik penelitian pendidikan, baik untuk tingkat SD, SMP, ataupun SMA. Adapun tujuan yang menjadi manfaat PTK ini yang paling umum ialah mampu memberikan kotribusi terhadap penilaian dan peningkatan insitusi pendidikan. PTK adalah jenis metode penelitian yang dipergunakan untuk membantu kinerja tenaga pendidikan guru dalam menemuan metodologi yang pasti atau strategi yang baik dalam meningkatan kualitas siswa/i di sekolah. Sehingga karena terdapat impikasi yang positif pada umumnya penelitian ini disusun melalui rencana penelitian yang berfungsi sebagai pedoman atau panduan awal dalam melakukan observasi, penyebaran jenis angket, dan wawancara. Tujuan PTK Disisi lain, untuk tujuan melakukan Penelitian Tindakan Kelas antara lain sebagai berikut; Bertujuan untuk Memperbaiki Mutu Pendidikan Penelitian Tindakan Kelas senantisa memberikan beberapa tujuan bagi para praktisi pendidikan dan juga bagi pendidikan itu sendiri. Secara umum khusus pada hasil penelitian tindakan kelas tentu saja memberikan gambaran dan laporan yang tepat tentang situasi konkrit proses belajar mengajar tempat penelitian dilakukan. Sehingga atas dasar inilah mutu dan kwalitas pendidikan akan tetap terjaga dan sesuai dengan koredor-koredor yang telah ditentukan. Menemukan Proses Belajar yang Tepat Berkenaan dengan profesi dalam bidang pendidikan, keuntungan lain dari penelitian tindakan kelas yakni dianggap mampu usebagai satu-satunya cara yang layak dan koheren untuk menangani pengembangan kurikulum, evaluasi, dan pengembangan profesional. Sehingga nantinya dapat memberikan penjelasan terkait dengan penemuan belajar yang sesuai. Memecahkan Permasalahan di Kelas Peneliti dalam tindakan kelas bisanya menyajikan satu bagian hasil dan kemudian dijelaskan sebagai upaya pemecahan dalam permasalahan proses belajar di kelas. Hal ini memiliki nilai lebih karena membantu tenaga pendidik untuk lebih memahami setiap permasalahan yang ada. Menumbukan Budaya Akdemik Tujuan lainnya dalam melakukan penelitian dengan mempergunakan metode PTK ialah sangat membantu untuk memberikan kesimpulan singkat di bagian hasil yang mengikat masing-masing temuan bersama dan menghubungkan ke pembahasan. Sistematika ini tentusaja memberikan dorongan kepada setiap orang agar mampu menciptakan budaya akdemik dalam insitusi pendikan. Diarapakan Mampu Meningatkan Praktik Pembalajaran Satu diantara tujuan utama untuk meneliti dengan menggunakan metode PTK adalah untuk memverifikasi teori. Sehingga dalam hal ini peneliti ingin membuktikan apakah suatu landasan teori tertentu berlaku atau dapat diamati pada objek penelitian tertentu Sehingga langkah-langkah seperti ini, diperlukan model hipotesis penelitian perlu diformulasi dan diuji dalam praktik pembelajaran. Manfaat Penelitian Tindakan Kelas Sedangkan untuk beberapa fungsi yang didapatkan dari melakukan penelitian tindakan kelas. Antara lain; Tenaga Pendidik Menjadi Trampil Setelah melakukan riset dengan menggunakan model PTK bisanya guru akan lebih trampil dalam mengajarkan materi di sekolah. Alasannya karena metode PTK dilakukan dengan menyelidiki adanya kemungkinan hubungan sebab akibat dengan cara melakukan kontrol atau kendali, dari sebab dan akibat memunculkan permasalahan. Sedangkan setelah dilakukan riset dengan metode penelitian PTK permasalahan tersebut dapat diatasi dengan memberikan evaluasi pada kegiatan dan pembalajaran yang kurang baik. Memberikan Daya Berfikir yang Inovatif Kegunaan lainnya dalam melakukan penelitian tindakan kelas ialah mampu memberikan pemikiran yang inovatif kepada tenaga pendidik. Proses pemikiran ini bisa saja dijalankan setelah menemui permasalahan saat hasil studi tidak berjalan sesuai dengan standar awal. Sehingga kerapkali dalam upaya memberikan pemikiran yang inovatif menciptakan media pembalajaran, sebagai hasil dari penelitian pengembangan. Contoh Penelitian Tindakan Kelas Terakhir yang menjadi salah satu model dalam PTK, misalnya saja; PTK Pembelajaran Daring Contohnya saja judul tentang “Pengaruh Pembalajaran Daring dengan Google Meet Terhadap Hasil Belajar Siswa SMA 01 Jakarta Barat. Prihal ini seorang peneliti dalam menangkan beberapa kasusahan siswa dalam belajar secara online. Sehingga mutu dan hasil belajar tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, bahkan bisa dikatakan penurun. Solusi dan upaya barangkali yang bisa dijalankan dengan memberikan tugas untuk mempraktekannya setiap materi yang diajarkan. Upaya praktek ini bisa saja kemudian menjadi tugas bagi guru, yang mana setiap siswa/i wajib mempublikasikannya melalui berbagai media sosial yang ada. Bahkan jika perlu dipublikasikan melalui palform youtube sehingga masyarakat secara luas bisa menilai. Nah, itulah saja artikel yang bisa diberikan kepada semua pembaca berkenaan dengan tujuan melakukan penelitian tindakan kelas PTK dan fungsi yang ada diperoleh. Semoga bermanfaat.
3 Kelebihan Analisis Data Kuantitatif. Analisis data kuantitatif sama saja dengan analisis data kualitatif yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Hal ini karena kedua jenis analisis data ini belum sempurna. Adapun beberapa kelebihan dari analisis data kuantitatif adalah data kuantitatif dapat diinterpretasikan dengan analisis statistik.
Padaprinsipnya diterapkan PTK dimaksudkan untuk mengatasi suatu permasalahan yang terdapat didalam kelas. Ada beberapa model atau design yang dapat diterapkan. Design-design tersebut diantaranya : 1). Model Kurt Lewin, 2). Model Kemmis Mc Taggart, 3). Model John Elliot, 4). Model Dave Ebbutt.
Asesmensangat penting dilakukan karena hasil yang diperoleh dari asesmen yang telah dilakukan dapat memberikan informasi yang sangat banyak mengenai peserta didik autis, kita dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan peserta didik autis yang akan mengikuti pengembangan keterampilan vokasional yang Anda bina. Dalam asesmen yang akan diketahui adalah sejumlah kelebihan, kekurangan dan kondisi
HAKIKATPENELITIAN TINDAKAN KELAS KELEBIHAN DAN KELEMAHAN PTK ASAS-ASAS PTK VALIDITAS DAN RELIABILITAS DALAM PTK KELEBIHAN PTK KETERBATASAN PTK ASAS - ASAS PTK Tujuan utama bukan menemukan atau menggenaralisasikan akan tetapi memperbaiki proses pembelajaran Dengan demikian, dalam proses pengumpulan data, analisis data, pengambilan kesimpulan sangat situasional sesuai dengan keadaan tertentu